WN Rusia Diduga Bundir Akibat Depresi
KUTA UTARA, PODIUMNEWS.com - Seorang warga negara (WN) Rusia, Artem Afonin (28), ditemukan tewas mengenaskan di kamar nomor 1U Quest House Room And Studio, Jalan Gang Merta Sedana, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, pada Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 17.45.
Pria kelahiran 6 Juni 1996 ini diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menjerat leher menggunakan sabuk kulit dan membungkus kepalanya dengan plastik hingga kehabisan napas.
Dugaan sementara, aksi bunuh diri ini dipicu oleh depresi akibat penyakit yang diderita korban tak kunjung sembuh.
Aparat kepolisian Polsek Kuta Utara telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Keterangan saksi Ahmad Sofyan, seorang karyawan guest house, menyebutkan bahwa ia curiga saat hendak membersihkan kamar korban pada Senin (28/4/2025) sekitar pukul 15.00 dan keesokan harinya tidak ada respons dari dalam kamar meski pintu diketuk berulang kali.
Kecurigaan semakin bertambah saat ia melihat sandal korban masih berada di depan pintu kamar.
Saksi kemudian merekam kondisi di dalam kamar melalui jendela menggunakan telepon genggamnya.
"Dari hasil rekaman tersebut saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak," ungkap sumber kepolisian, pada Kamis (1/5/2025).
Ahmad Sofyan kemudian meminta bantuan rekannya, Nia Amanda Dewi, untuk membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.
Namun, upaya tersebut gagal karena kunci kamar masih terpasang dari dalam. Keduanya akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar.
Setelah berhasil terbuka, saksi mendapati korban tergeletak di lantai dengan kepala terbungkus plastik.
"Kepala korban dalam kondisi terbungkus plastik. Korban hanya mengenakan celana dalam warna abu abu," beber sumber tersebut.
Tim identifikasi Polres Badung yang tiba di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun, ditemukan lebam mayat di pundak kiri dan kanan, perut, serta kedua tangan korban. Selain itu, dari alat kelamin korban mengeluarkan cairan, dan dari mulut serta hidungnya keluar darah. Leher korban juga terikat sabuk kulit.
"Diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih dari 12 jam," imbuh sumber.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah obat-obatan di dalam kamar korban yang mengindikasikan adanya riwayat penyakit.
Beberapa jenis obat yang ditemukan antara lain Omega 3 Fish Oil, Rhodiola 500 mg, Boron Bone Support, 5-HTP 50 mg, L-Tyrosine 500 mg, dan Creatine Matrix. Selain itu, ditemukan pula alat-alat seksual serta suplemen kesehatan.
Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Prof Ngoerah menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung sekitar pukul 19.40.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung Ipda Putu Sukarma belum memberikan respons terkait kejadian tragis ini. (hes/fathur)