Podiumnews.com / Aktual / News

Koster Resmikan Pura di Belanda, Simbol Persatuan Diaspora Bali

Oleh Podiumnews • 04 Mei 2025 • 19:53:00 WITA

Koster Resmikan Pura di Belanda, Simbol Persatuan Diaspora Bali
Gubernur Bali, Wayan_Koster. (Foto: Dewa)

KALLANKOTE, BELANDA, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri upacara melaspas sekaligus meresmikan Pura Santa Citta Bhuwana di Kallankote, Belanda, Sabtu (3/5/2025).

Pura yang berdiri megah berkat gotong royong komunitas masyarakat Bali ini menjadi pura pertama di Eropa yang dibangun atas inisiatif dan swadaya diaspora Bali.

Kehadiran Gubernur Koster menjadi angin segar dan dukungan moril yang tak ternilai bagi masyarakat Bali di Eropa.

Ia tak hanya hadir, namun juga memberikan dukungan penuh dengan menanggung seluruh biaya upacara melaspas serta menghadirkan sulinggih dan pemangku langsung dari Bali untuk memimpin jalannya ritual sakral tersebut.

Bahkan, material pembangunan pura pun didatangkan khusus dari Pulau Dewata, semakin mempererat ikatan batin dengan tanah leluhur.

Duta Besar RI untuk Belanda, Mayerfas, yang hadir bersama istri dan jajaran KBRI, menyambut hangat momen bersejarah ini. Dengan bangga, ia menyatakan bahwa peresmian Pura Santa Citta Bhuwana bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali di Belanda, tetapi juga kebanggaan seluruh bangsa Indonesia.

"Keinginan pembangunan Pura ini sudah sejak lama, namun baru bisa direalisasikan mulai tahun 2023. Pura ini merupakan yang pertama di Eropa yang dibangun atas gotong royong masyarakat Bali di Belanda," ungkap Dubes Mayerfas.

Secara khusus, Dubes Mayerfas menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Koster atas kehadirannya.

"Terima kasih kepada Gubernur Bali (Wayan Koster, red) yang telah berkenan hadir langsung menyaksikan dan meresmikan Pura ini," tuturnya.

Upacara melaspas Pura Santa Citta Bhuwana dipimpin langsung oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun.

Ratusan masyarakat Bali dari berbagai negara Eropa, seperti Jerman, Prancis, Inggris, Belgia, dan Norwegia, hadir dengan antusias, terlebih peresmian ini bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Ketua Yayasan Bali Abdi Samasta, Made Aniadi, Ketua Komunitas Hindu di Belanda, Ketut Sriwahyuni, serta pemilik Taman Indonesia, Marlisa dan Mr. Diederik Wareman, turut hadir dalam peresmian ini.

Pura ini berdiri di atas lahan yang dihibahkan oleh Ibu Marlisa, seorang pencinta Indonesia dan Bali, kepada Yayasan Bali Abdi Samasta.

Pembangunan pura ini merupakan buah inisiatif masyarakat Bali di Belanda yang difasilitasi oleh yayasan, didukung oleh dana gotong royong, serta mendapatkan sokongan penuh dari Kedutaan Belanda dan Pemerintah Provinsi Bali.

Gubernur Koster dalam sambutannya mengapresiasi kegigihan dan semangat gotong royong masyarakat Bali di Belanda yang berhasil mewujudkan pembangunan pura ini hingga tuntas dan dapat diresmikan tepat pada Hari Raya Kuningan.

Sebagai wujud terima kasih, Gubernur Koster menyampaikan harapannya agar pura ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Bali di Belanda, dirawat dengan baik, serta menjadi wahana untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan, tidak hanya untuk kepentingan upacara keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk dedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia.

Kehangatan Diaspora Bali Sambut Sang Pemimpin

Kehadiran Gubernur Koster dalam acara melaspas dan peresmian pura menjadi momen yang tak terlupakan. Masyarakat Bali di Eropa, khususnya di Belanda, merasakan dukungan nyata dari tanah leluhur.

Momen langka ini dimanfaatkan untuk mengabadikan kebersamaan dengan berfoto bersama Gubernur Koster. Bahkan, warga negara Belanda yang hadir pun turut antusias berfoto dengan orang nomor satu di Bali tersebut, termasuk seorang warga Belanda yang mengenakan pakaian pecalang serba hitam, semakin menunjukkan kehangatan dan jalinan persahabatan yang terjalin. (fathur)