Koster Gerah Ego Sektoral: Bali Harus Dibangun dengan Satu Visi
BANGLI, PODIUMNEWS.com - Peringatan Hari Lahir Kota Bangli ke-821, Sabtu (10/5/2025), menjadi panggung bagi Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk menyampaikan pesan penting terkait arah pembangunan Pulau Dewata.
Di hadapan ribuan masyarakat dan tokoh daerah yang memadati Lapangan Kapten Mudita, Koster dengan nada tegas menyerukan agar seluruh elemen pembangunan di Bali menanggalkan ego sektoral demi mewujudkan visi bersama.
Dalam sambutannya, Koster menekankan bahwa Bali adalah satu kesatuan wilayah yang tidak bisa dibangun secara terpisah-pisah berdasarkan kepentingan masing-masing daerah.
"Bali ini satu kesatuan. Tak bisa dibangun parsial dengan ego sektoral. Harus satu pulau, satu pola, satu tata kelola," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya sinergi dan kolaborasi antar kabupaten/kota dalam kerangka pembangunan Bali Era Baru.
Gubernur asal Sembiran ini mengingatkan bahwa egoisme wilayah hanya akan menghambat kemajuan Bali secara keseluruhan.
Ia mencontohkan keberhasilan Rakor bersama DPRD se-Bali pada Maret lalu, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan Bali menghasilkan kesepakatan penggunaan 10% pajak hotel dan restoran (PHR) dari Kabupaten Badung, Denpasar, dan Gianyar untuk mendanai infrastruktur prioritas di enam kabupaten lainnya, termasuk Bangli.
"MOU-nya sudah ditandatangani. Ini kolaborasi strategis untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah yang selama ini tertinggal, agar turut bahagia," kata Koster, disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Langkah ini, menurutnya, adalah contoh nyata bagaimana sinergi dan menghilangkan ego sektoral dapat membawa manfaat bagi seluruh Bali.
Koster juga menegaskan bahwa pembangunan Bangli, dengan segala potensi warisan adiluhung peradaban Bali dan perannya sebagai pusat konservasi hijau, tidak bisa dilepaskan dari grand design pembangunan Bali 100 tahun ke depan yang tertuang dalam berbagai regulasi.
Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi pedoman pembangunan menyeluruh yang membutuhkan keselarasan dan integrasi antar bidang prioritas, mulai dari adat budaya hingga infrastruktur dan ekonomi.
Menutup sambutannya, Koster mengajak seluruh masyarakat Bangli untuk menyukseskan pembangunan Bali lima tahun ke depan, yang merupakan momentum awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru.
Keberhasilan periode ini, menurutnya, akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peradaban dan masa depan generasi penerus Bali.
Ajakan untuk bersatu, kompak, dan bergotong-royong dalam membangun Bali menjadi penutup yang menekankan kembali pentingnya menghilangkan ego sektoral demi kemajuan bersama. (fathur/suteja)