Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Ribuan Rebutan Kursi PPPK Badung, Mayoritas Bidik Teknis

Oleh Editor • 13 Mei 2025 • 19:49:00 WITA

Ribuan Rebutan Kursi PPPK Badung, Mayoritas Bidik Teknis
Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau seleksi pengadaan PPPK untuk formasi tahun 2024 tahap II, di Universitas Terbuka Denpasar, Selasa (13/5/2025). (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gelombang besar pelamar memadati Universitas Terbuka Denpasar sejak Senin (12/5/2025), mengikuti seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.

Dari total 1.728 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, mayoritas pelamar, yakni 1.297 orang, membidik formasi tenaga teknis.Data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung menunjukkan persaingan ketat juga terjadi di antara 362 pelamar formasi guru dan 69 peserta yang berjuang untuk posisi tenaga kesehatan.

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, yang meninjau langsung pelaksanaan tes pada Selasa (13/5), didampingi istrinya, Yunita Alit Sucipta, dan Kepala BKPSDM Badung, I Gede Wijaya, menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab peserta dalam mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini.

"Kami berharap seluruh peserta mengikuti seleksi dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, karena ini akan menyangkut dan menentukan masa depan nanti," ujar Bagus Alit Sucipta di sela-sela peninjauan.

Pelaksanaan tes yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (14/5/2025), terpusat di Universitas Terbuka Denpasar dengan jumlah peserta mencapai 1.640 orang. Sementara itu, sebanyak 88 peserta lainnya mengikuti tes di lokasi yang berbeda. Sebaran lokasi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses seleksi dengan jumlah peserta yang signifikan.

Kepala BKPSDM Badung, I Gede Wijaya, menjelaskan bahwa tingginya animo pada formasi tenaga teknis menunjukkan kebutuhan mendesak akan sumber daya manusia di bidang tersebut dalam tubuh pemerintahan Kabupaten Badung. Meskipun demikian, persaingan di formasi guru dan tenaga kesehatan juga tidak kalah sengit, mengingat peran vital kedua profesi ini dalam pelayanan publik.

Pantauan di lokasi tes menunjukkan para peserta mengikuti ujian dengan tertib dan seksama. Sistem CAT yang digunakan diharapkan mampu menjamin transparansi dan objektivitas dalam penilaian kompetensi para calon abdi negara ini. Hasil seleksi ini akan menjadi penentu bagi ribuan peserta untuk mewujudkan harapan mereka menjadi bagian dari aparatur sipil negara di Kabupaten Badung. (adi/suteja)