Podiumnews.com / Aktual / News

Denpasar Gaspol, Sinergi Adat-Dinas Berantas Sampah

Oleh Podiumnews • 16 Mei 2025 • 20:16:00 WITA

Denpasar Gaspol, Sinergi Adat-Dinas Berantas Sampah
Sekda Ida Bagus Alit Wiradana membuka workshop Gerakan Bali Bersih Sampah di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (16/5/2025). (Foto: Dewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pemerintah Kota Denpasar meluncurkan gebrakan "Gerakan Bali Bersih Sampah" melalui workshop di Graha Sewaka Dharma, Lumintang.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, mewakili Wali Kota, membuka acara yang dihadiri perwakilan kejaksaan, instansi vertikal, OPD, camat, perbekel, lurah, tokoh adat, serta narasumber dari MDA Provinsi Bali dan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali.

Gerakan ini menjadi prioritas utama Pemkot Denpasar dalam mengatasi masalah sampah perkotaan yang kian mendesak.

Workshop ini menjadi langkah strategis untuk mendorong seluruh desa adat menyusun Pararem Pengelolaan Sampah yang selaras dengan desa/kelurahan di Denpasar.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Sekda Alit Wiradana, kondisi TPA Suwung yang overload menjadi alarm untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008," tegas Sekda Alit Wiradana.

Sekda Wiradana juga menekankan pentingnya regulasi yang kuat, termasuk Perda Kota Denpasar Nomor 8 Tahun 2023. Pararem dari desa adat akan menjadi kekuatan kultural yang meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Ketua MDA Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Sudiana, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud sinergi 35 desa adat dan 43 desa/kelurahan dalam mendukung gerakan kebersihan kota.

"Fokus utama adalah menyusun Pararem pengelolaan sampah berbasis sumber dan nilai budaya, menggabungkan aturan adat dan regulasi formal agar pengelolaan sampah efektif," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, draf Pararem telah diserahkan kepada Manggala Bendesa Adat dan Ketua Forum Perbekel/Lurah untuk segera diimplementasikan. Program ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali dan berpotensi menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis gotong royong dan kearifan lokal.

"Puncaknya, pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni mendatang, Pemkot Denpasar akan menggelar Gerakan Bersama di seluruh desa adat dan desa/kelurahan. Ini akan menjadi momentum kebangkitan gotong royong dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (fathur)