Podiumnews.com / Aktual / News

Bali Kejar Target Sampah Mandiri Jelang Suwung Tutup

Oleh Editor • 17 Mei 2025 • 00:59:00 WITA

Bali Kejar Target Sampah Mandiri Jelang Suwung Tutup
Duta PSBS Padas Putri Koster berbincang dengan komunitas lingkungan, Jumat (16/5/2025) di Denpasar. (foto/fathur)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Alarm darurat pengelolaan sampah di Bali kian berbunyi kencang seiring dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada Desember 2025 mendatang. Menyikapi hal ini, Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS Padas), Ny. Putri Koster, bergerak cepat dengan mendorong implementasi solusi pengelolaan sampah mandiri di tingkat rumah tangga, salah satunya melalui pembangunan "teba modern".

Dalam pertemuan intensif dengan organisasi dan komunitas lingkungan di Kantor Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Jumat (16/5/2025), Ny. Putri Koster menegaskan bahwa Bali tidak bisa lagi mengandalkan sistem pengelolaan sampah konvensional yang hanya memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain. Ia mengibaratkan permasalahan sampah di Bali layaknya "gunung es" yang jika tidak ditangani secara serius dan terstruktur dari sumbernya, akan menjadi bom waktu yang tak pernah terselesaikan.

"Suwung harus ditutup, agar motivasi kita untuk mengelola sampah secara mandiri dapat dipercepat, untuk mewujudkan Bali yang bersih melahirkan pikiran yang bersih," tegas Ny. Putri Koster, menekankan urgensi perubahan dalam penanganan sampah.

Sebagai langkah konkret menuju kemandirian pengelolaan sampah, Ny. Putri Koster gencar menyosialisasikan pembangunan teba modern. Inovasi ini berupa lubang sedalam dua meter yang ditempatkan di tengah halaman rumah dan difungsikan khusus untuk menampung sampah organik, terutama yang berasal dari dapur. Menurutnya, setiap rumah tangga yang berpotensi menghasilkan sampah memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya secara bijak.

"Untuk itu, saya sarankan bahkan saya ajak semua pihak bersinergi untuk membuat teba modern di tengah halaman rumah yang bertujuan untuk menuntaskan permasalahan sampah, maka diperlukan sistem dan pola yang baik. Mulai dari pemilahan sampah sesuai jenisnya dan membuat lingkungan kita bersih tanpa harus mengotori wilayah atau lingkungan lain," jelasnya.

Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab setiap individu dalam pengelolaan sampah. Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya mengubah mindset masyarakat dari sekadar "membuang" sampah menjadi "mengelola" sampah.

"Mengubah mindset kita dari membuang sampah menjadi mengelola sampah merupakan salah satu cara atau pola baru yang ditanamkan pada diri kita sendiri. Sehingga ketika kita berhasil menerapkan tata kelola pengelolaan yang baik dan tepat, secara otomatis akan memberikan contoh bagi lingkungan sekitar untuk ditiru," imbuhnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Rentin, mendukung penuh upaya ini dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyatakan bahwa sinkronisasi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Bali, terutama menjelang penutupan TPA Suwung yang semakin dekat.

Dengan tenggat waktu penutupan TPA Suwung yang semakin mendesak, gerakan "tebar teba modern" ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam mewujudkan kemandirian pengelolaan sampah di Bali, demi lingkungan yang bersih dan lestari. (fathur/suteja)