Podiumnews.com / Aktual / News

Ngantor di Desa, Sanjaya Dorong Pertanian Lokal dan Tangani Stunting

Oleh Podiumnews • 22 Mei 2025 • 19:41:00 WITA

Ngantor di Desa, Sanjaya Dorong Pertanian Lokal dan Tangani Stunting
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meninjau rumah bibit KWT Mekar Wijaya Kusuma dan turut memanen bunga rosella saat berkantor di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kamis (22/5/2025). (Foto: Dewa)

TABANAN, PODIUMNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melanjutkan komitmennya membangun dari desa melalui program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa).

Kali ini, giliran Desa Apuan di Kecamatan Baturiti yang menjadi lokasi kunjungan kerja Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Kamis (22/5/2025).

Kunjungan ini merupakan pelaksanaan Bungan Desa ke-57 dan menjadi yang kedua dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati I Made Dirga.

Program Bungan Desa tidak sekadar kunjungan simbolik, tetapi menjadi ruang nyata kehadiran pemimpin daerah bersama jajaran lintas sektor untuk mendengar aspirasi warga, meninjau kondisi lapangan, serta melihat potensi dan persoalan yang dihadapi desa secara langsung.

Kunjungan Bupati Sanjaya diawali dengan mendatangi rumah warga yang terindikasi kasus stunting di Banjar Jelantik.

Selanjutnya, ia menyambangi Rumah Bibit milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wijaya Kusuma di Banjar Tinungan. Di lokasi tersebut, Sanjaya melihat langsung proses penyemaian bibit cabai, terong, dan bunga rosella.

Sanjaya bahkan turut menyemai bibit cabai bersama anggota kelompok tani serta ikut memanen bunga rosella.

Tanaman herbal ini dinilainya memiliki potensi besar, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga sebagai produk unggulan ekonomi lokal.

“Bungan Desa bukan hanya tentang melihat sawah dan ladang. Ternyata, kita punya bunga rosella. Ini luar biasa. Ini bukan hanya minuman sehat, tetapi bisa jadi produk unggulan di hotel, restoran, dan pasar modern. Pemerintah hadir untuk mendorong pemasarannya,” ujar Sanjaya.

Rosella, yang dikenal kaya antioksidan, dinilai mampu membuka peluang usaha baru di bidang pertanian herbal dan UMKM. Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berangkat dari potensi lokal, dengan dukungan lintas sektor agar masyarakat desa bisa sehat dan mandiri secara ekonomi.

Selain pertanian, Sanjaya juga menyinggung pentingnya percepatan penanganan stunting. Berdasarkan data, Desa Apuan mencatatkan dua kasus terduga stunting. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kader, tenaga medis, pemerintah desa, dan dinas terkait.

“Para bidan dan perawat adalah pahlawan stunting. Mereka layak mendapatkan apresiasi atas dedikasinya. Kita ingin generasi yang sehat dan unggul,” ucapnya.

Ketua KWT Mekar Wijaya Kusuma, Ni Luh Gede Santidewi, menyampaikan bahwa kelompoknya menjadikan rosella sebagai tanaman unggulan dan berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana, pengolahan tanah, serta perluasan pasar.

Perbekel Desa Apuan, I Made Admaja, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kunjungan ini. Menurutnya, Bungan Desa menjadi momentum penting bagi desa menyampaikan potensi dan tantangan secara langsung kepada pemerintah daerah.

Selain peninjauan lapangan, kunjungan ini juga dirangkai dengan berbagai layanan publik seperti perpustakaan keliling, Samsat keliling, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan perizinan, hingga pembayaran PBB. Sebanyak 108 kacamata gratis dibagikan, dan enam siswa bernama Ketut mendapatkan doorprize.

Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon tabebuya serta konseling bagi calon pengantin di Kantor Perbekel Desa Apuan. (fathur)