Podiumnews.com / Aktual / News

Jaya Negara Bahas Sinkronisasi Pusat-Daerah di Jakarta

Oleh Podiumnews • 22 Mei 2025 • 20:39:00 WITA

Jaya Negara Bahas Sinkronisasi Pusat-Daerah di Jakarta
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara beraudiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan RI, Putranto, Kamis (22/5/2025), di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat. (Foto: Dewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com — Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjadi salah satu kepala daerah yang hadir dalam audiensi bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, pada Kamis pagi (22/5/2025) di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat.

Pertemuan ini menjadi wadah dialog langsung antara pemerintah pusat dan kepala daerah dari berbagai wilayah.

Fokus utamanya adalah sinkronisasi kebijakan, agar program nasional dapat berjalan lebih efektif di tingkat lokal.

Jaya Negara hadir bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi selaku Ketua APEKSI dan Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana sebagai pengurus APEKSI 2025–2030. Selain itu, pimpinan dari asosiasi pemerintah provinsi, kabupaten, dan DPRD juga turut serta.

Dalam forum tersebut, Jaya Negara yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI menyoroti pentingnya harmonisasi kebijakan lintas level pemerintahan.

Menurutnya, tantangan pembangunan semakin kompleks dan menuntut kerja sama yang kuat antara pusat dan daerah.

“Sinergi pusat dan daerah sangat penting untuk keberhasilan pembangunan nasional. Kolaborasi ini juga bagian dari upaya memperkuat otonomi daerah serta menyukseskan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan A.M. Putranto menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang bertukar pikiran dan menyampaikan evaluasi atas program-program nasional yang berjalan di daerah.

Ia mencontohkan sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Kami ingin semua kepala daerah bisa menyalurkan masukan melalui asosiasi masing-masing, sehingga kebijakan di pusat dapat terimplementasi lebih baik di lapangan,” ujarnya.

Pertemuan ini ditutup dengan diskusi terbuka yang diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. (fathur)