Podiumnews.com / Aktual / News

PLTS Atap Jadi Syarat Baru Pariwisata Bali

Oleh Podiumnews • 26 Mei 2025 • 10:13:00 WITA

PLTS Atap Jadi Syarat Baru Pariwisata Bali
Ilustrasi seorang teknisi memasang panel surya di atap hotel sebagai bagian dari penerapan energi bersih di sektor pariwisata Bali. Upaya ini mendukung kebijakan Gubernur Bali untuk menjadikan PLTS Atap sebagai standar baru demi menjaga lingkungan dan meningkatkan daya tarik wisatawan. (Foto: Dewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap akan menjadi bagian penting dalam standar baru sektor pariwisata Bali.

Ia meminta hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik lainnya segera memasang sistem energi bersih tersebut.

“Kalau semua menggunakan PLTS Atap, maka alam Bali akan bersih, lalu hotel akan mendapat keuntungan secara ekonomi, karena kunjungan wisman meningkat,” kata Koster saat menerima PT Indo Energi Masa, Jumat (23/5/2025) di Jayasabha.

Pernyataan itu mempertegas arah kebijakan energi di Bali yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan PLTS Atap.

Kebijakan ini menargetkan sektor pariwisata sebagai pengguna utama, demi mendukung citra Bali sebagai destinasi hijau.

“Hal ini penting, agar citra pariwisata Bali terus tumbuh positif dan secara langsung dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali secara berkualitas,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, PT Indo Energi Masa melaporkan rencana pemasangan PLTS Atap di sejumlah hotel di Bali pada Juli 2025 dengan kapasitas awal 16 megawatt.

Selain itu, perusahaan juga mengajukan izin untuk membangun PLTS Apung di salah satu bendungan di Bali dengan daya 8 megawatt.

Proyek PLTS Atap dan PLTS Apung itu masih menunggu persetujuan dari PLN dan Kementerian PUPR.

Gubernur Koster menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan energi bersih di sektor pariwisata bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga langkah strategis menjaga daya saing Bali di mata dunia. (fathur)