Putri Koster Soroti Krisis Sampah: Jangan Ada Lagi "Desa Suwung" Baru
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ny. Putri Koster mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dan kebiasaan generasi muda dalam mengelola sampah. Hal itu ia sampaikan saat berbicara di hadapan siswa SMKN 5 Denpasar, Senin (26/5/2025), dalam rangka latihan bersama kelompok Sakaa Gong sekolah tersebut.
Dalam kapasitasnya sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kelas (PSBS PADAS), ia menyoroti bahwa krisis sampah yang terjadi selama puluhan tahun di Bali disebabkan oleh kesalahan mendasar dalam sistem pengelolaan yang tidak berbasis sumber.
“Kita sudah 41 tahun salah dalam mengelola sampah, sehingga Desa Suwung menjadi korban. Ketika saya masuk ke sana, saya sedih melihatnya,” ujarnya.
Putri Koster menekankan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga dan sekolah. Ia memperkenalkan tiga sistem yang dapat diadopsi masyarakat: Tong Edan untuk limbah dapur yang dapat diubah menjadi eco-enzyme, Teba Modern untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, dan sistem pemilahan sampah anorganik serta residu untuk dibawa ke TPS3R atau TPST.
Ia juga mengaitkan isu sampah dengan nilai-nilai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang seharusnya ditanamkan sejak usia dini, tidak hanya sebagai tanggung jawab lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan spiritualitas orang Bali.
“Bersih itu bukan hanya soal fisik, tapi juga menyangkut kesadaran dan tanggung jawab bersama. Kalau anak-anak sekolah sudah paham, maka 10 atau 20 tahun ke depan kita tidak perlu khawatir lagi,” tegasnya.
Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Budi Astika, menyambut baik penyampaian tersebut. Ia menyatakan bahwa sekolahnya telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah sederhana, dan berharap bisa menjadi percontohan di lingkungan pendidikan vokasi.(fathur)