Podiumnews.com / Aktual / News

Menganyam Kebangsaan di Tangan Perempuan Bali

Oleh Podiumnews • 28 Mei 2025 • 09:33:00 WITA

Menganyam Kebangsaan di Tangan Perempuan Bali
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. (Foto: Dewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate, Denpasar, menjadi ruang perjumpaan gagasan tentang peran perempuan dalam menjaga dan merawat semangat kebangsaan.

Dalam seminar bertema “Perempuan Kebangsaan: Membangun Masa Depan Bangsa Melalui Inovasi dan Kepemimpinan”, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak perempuan Bali untuk terlibat lebih aktif dalam menanamkan nilai nasionalisme sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, perempuan memegang peran sentral dalam menjaga identitas kebangsaan yang inklusif dan adaptif. Karakter tangguh perempuan Bali, ujar Putri Koster, bukan hanya tampak dalam keseharian dan upacara adat, tetapi juga dalam kemampuan mereka merespons dinamika sosial dan zaman.

“Di tengah maraknya oknum yang menyerukan fanatisme sempit, kehadiran Rumah KaKek mampu menyadarkan masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya rasa nasionalisme yang telah menyatukan bangsa kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan, terutama dalam membangun generasi baru yang sadar akan pentingnya solidaritas dan kebhinekaan.

“Perempuan Bali terbiasa membaca situasi dan menyelesaikan dinamika kehidupan. Sekarang saatnya mengambil peran tambahan: menjadi penjaga nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman,” katanya.

Putri Koster juga menyoroti pentingnya mengaitkan semangat nasionalisme dengan kepedulian lingkungan.

Menurutnya, program pengelolaan sampah berbasis sumber dan edukasi kesehatan menjadi bagian dari cinta tanah air yang konkret dan bisa dimulai dari rumah.

Ketua Yayasan Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan, Ketut Udi Prayudi, menuturkan bahwa Rumah KaKek dibangun sebagai simbol kesatuan Indonesia.

Nama “KaKek” merujuk pada angka 17-8-45, dan pondasi bangunannya menggunakan batu dari seluruh penjuru Nusantara.

“Nama-nama ruangan diambil dari para pahlawan lintas suku dan agama. Rumah ini menjadi tempat 95 organisasi kepemudaan di Bali berkegiatan dan membangun semangat gotong royong,” jelasnya.

Seminar menghadirkan tiga narasumber perempuan Bali: seniman I Gusti Ayu Laksmitani, anggota DPRD Bali Putu Diah Pradnya Maharani, dan pelestari sastra Bali sekaligus influencer Putu Ayu Candra Dewi. Acara dipandu oleh Bunga Krisna.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Rumah KaKek Festival yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 1 Juni 2025, memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila.

Puncak acara direncanakan berupa pengarakan simbol Burung Garuda keliling Kota Denpasar.

Semangat kebangsaan tidak harus dilahirkan dari forum formal dan pidato kenegaraan. Dalam ruang-ruang rumah tangga, dapur, dan bale banjar—perempuan Bali terus menganyamnya dalam diam, dalam laku, dan dalam kasih. (fathur)