Podiumnews.com / Aktual / News

Badung Dorong Reboisasi Berkelanjutan Lewat Aksi Nyata

Oleh Podiumnews • 30 Mei 2025 • 18:50:00 WITA

Badung Dorong Reboisasi Berkelanjutan Lewat Aksi Nyata
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara simbolis menanam pohon dalam kegiatan penghijauan di kawasan Pura Penataran Agung Puncak Mangu, Kecamatan Petang, Jumat (30/5/2025). (Foto: Dewa)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Kabupaten Badung mengambil langkah konkret dalam upaya pelestarian lingkungan lewat kegiatan penanaman pohon yang dipusatkan di kawasan suci Penataran Agung Pura Puncak Mangu, Kecamatan Petang, Jumat (30/5/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti ke-68 Kodam IX/Udayana yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Bali, dengan pusat kegiatan provinsi bertempat di Gianyar.

Penanaman pohon di Puncak Mangu kawasan hutan lindung yang berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut bukan sekadar simbolik.

Wilayah ini merupakan salah satu zona tangkapan air penting yang menopang keberlanjutan aliran Sungai Ayung dan mendukung ekosistem hulu Bali bagian selatan, termasuk Badung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa reboisasi dan penghijauan bukan hanya pekerjaan proyek, tetapi harus menjadi komitmen jangka panjang.

“Lokasi ini sudah sepatutnya kita lakukan reboisasi. Mudah-mudahan program dari Pangdam IX/Udayana ini bisa terus berlanjut dan didukung daerah, tidak hanya seremonial, tapi sungguh-sungguh menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Adi Arnawa juga menegaskan bahwa Pemkab Badung akan menyusun dan memperluas program serupa sebagai bagian dari strategi perlindungan kawasan hutan dan sumber daya air.

Mengingat sebagian besar kawasan hutan di Badung kini semakin tertekan akibat ekspansi wilayah pariwisata dan pemukiman, langkah konservasi di hulu menjadi sangat krusial.

Hingga saat ini, data dari Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Badung menunjukkan bahwa luas kawasan hutan dan sempadan yang tertutup vegetasi alami hanya tersisa sekitar 9,4% dari total wilayah kabupaten. Sebagian besar berada di Kecamatan Petang, termasuk area sekitar Pura Puncak Mangu. Ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu benteng terakhir penyangga ekologi Badung.

Kegiatan penanaman juga melibatkan Dandim 1611/Badung Letkol Inf Putu Tangkas Wiratawan, unsur Forkopimda, Kepala BPBD, tokoh masyarakat, serta pelajar dari wilayah Petang.

Bibit pohon yang ditanam meliputi kelapa, durian, dan jenis lokal yang disesuaikan dengan kontur serta daya serap tanah kawasan perbukitan.

Reboisasi yang dimulai dari tempat suci, menurut Bupati Adi Arnawa, juga menjadi penanda bahwa pelestarian alam adalah bagian dari nilai spiritual dan adat Bali.

“Menjaga hutan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menjaga harmoni hidup antara manusia dan alam, antara sekala dan niskala,” ucapnya.

Dengan semangat Hari Bakti dan gotong royong lintas sektor, Pemkab Badung berharap gerakan penghijauan ini tidak berhenti di Puncak Mangu.

Melainkan menjadi awal dari reboisasi berkelanjutan yang berbasis data, komunitas, dan nilai lokal agar hutan tetap hijau, air tetap mengalir, dan masa depan tetap terjaga. (fathur)