Podiumnews.com / Aktual / News

Koster Dorong Pariwisata Hijau Lewat Gerakan Sampah Terpadu

Oleh Podiumnews • 30 Mei 2025 • 20:49:00 WITA

Koster Dorong Pariwisata Hijau Lewat Gerakan Sampah Terpadu
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Foto: Dewa)

DENPASAR,PODIUMNEWS.com  – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan arah pembangunan pariwisata Bali yang berkelanjutan, berbasis budaya, dan berpijak pada prinsip pelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikannya dalam pengarahan kepada para pelaku usaha di Bali, Jumat (30/5/2025), di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, dalam rangka percepatan pelaksanaan Gerakan Bali Bersih Sampah sesuai Surat Edaran Gubernur Bali No. 9 Tahun 2025.

Pertemuan ini dihadiri oleh pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran, pengelola pasar modern hingga destinasi wisata.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pembangunan Bali ke depan harus berbasis pada konsep pariwisata hijau, yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurutnya, Bali sebagai destinasi wisata dunia tak bisa lagi bergantung pada citra semu. Kebersihan dan keteraturan lingkungan harus menjadi wajah utama pariwisata Bali.

Oleh karena itu, seluruh pelaku usaha diminta segera menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

SE No. 9 Tahun 2025 mengatur kewajiban pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis sumber, serta pemanfaatan kembali sampah organik.

Gubernur menyebut, tidak ada pilihan lain bagi pelaku usaha kecuali mulai menjalankan aturan ini secara langsung, mulai dari sekarang.

“Mulai hari ini, sampah harus dikelola dari sumbernya. Tidak ada lagi pembiaran. Jangan gunakan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai di bawah satu liter. Itu semua sudah diatur. Tinggal dilaksanakan,” tegasnya di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa pariwisata Bali berdiri di atas fondasi budaya dan alam yang dijaga secara skala-niskala. Oleh karena itu, menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keseimbangan semesta dan wajah Bali yang sesungguhnya.

Ia juga menyebut, pemerintah telah membentuk tim pengawasan lintas sektor yang dipimpinnya langsung, untuk memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dana untuk pelaksanaan gerakan ini, kata dia, harus menjadi bagian dari tanggung jawab korporasi.

"Gunakan dana perusahaan, jangan tunggu pemerintah. Ini kerja bersama demi Gumi Bali,” tegasnya.

Gubernur Koster juga mengingatkan bahwa Bali telah menerima pujian dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai daerah pionir dalam upaya pengurangan sampah plastik. Ia berharap semua pihak mendukung upaya ini dengan sikap ngayah secara tulus dan berkelanjutan.

Di akhir arahannya, ia menyampaikan bahwa transformasi Bali tidak berhenti pada kebersihan lingkungan saja. Seluruh sektor usaha diharapkan mulai mengarah pada penggunaan energi bersih, serta menampilkan wajah pariwisata yang berakar kuat pada budaya dari aksara dan pakaian adat, hingga pelayanan wisata dan pertunjukan seni tradisional berkualitas.

"Pariwisata Bali yang hijau dan berbudaya hanya akan terwujud bila semua elemen bergerak bersama. Tidak hanya indah di luar, tapi bersih dari dalam," pungkasnya. (fathur)