Dari Dapur ke TPS3R: Perempuan Jadi Garda Depan
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengusulkan agar Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan ditetapkan sebagai Duta PSBS PADAS (Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas) di wilayah masing-masing.
Usulan ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam webinar Sosialisasi Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber, di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (31/5/2025).
Menurutnya, jaringan TP PKK yang menjangkau hingga rumah tangga bisa dioptimalkan untuk mengawasi pelaksanaan pengolahan sampah dari sumber.
"Pengolahan sampah organik seperti sisa dapur dan upakara dapat dilakukan langsung di rumah menggunakan metode tong komposter atau sistem teba modern, sedangkan sampah anorganik dibawa ke TPS3R," terangnya.
Dalam webinar tersebut, Putri Koster juga mendorong agar para Manggala PAKIS di desa adat dijadikan Duta PSBS PADAS di tempat ibadah, untuk memperluas cakupan gerakan pengolahan sampah.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali tahun 2023 mencatat, sekitar 62% sampah di Bali berasal dari sektor rumah tangga. Dari total timbulan sampah harian sebesar 4.281 ton, lebih dari separuhnya merupakan sampah organik yang sebenarnya bisa diolah di tingkat sumber.
Putri Koster menyampaikan bahwa pendekatan ini sedang dipercepat melalui pelibatan langsung komunitas perempuan. “Ketua TP PKK desa memiliki posisi strategis untuk memastikan pelaksanaan program berjalan di tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta, juga menyoroti masih maraknya penggunaan plastik sekali pakai, terutama di pasar tradisional.
Ia menyarankan agar penggunaan besek atau wadah ramah lingkungan mulai diwajibkan bagi pedagang, menggantikan kresek besar yang selama ini digunakan.
Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian upaya mempercepat program Bali Bebas Sampah, dengan fokus pengolahan dari hulu dan pelibatan penuh masyarakat. (fathur)