Podiumnews.com / Aktual / News

Koster Tegaskan Terminal LNG Tak Ganggu Ekosistem

Oleh Editor • 04 Juni 2025 • 21:19:00 WITA

Koster Tegaskan Terminal LNG Tak Ganggu Ekosistem
Gubernur Koster. (foto/isu)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa rencana pembangunan terminal gas alam cair (LNG) di Pantai Sidakarya tidak akan merusak lingkungan, termasuk ekosistem laut dan mangrove. Hal ini disampaikan dalam pertemuan terbuka bersama masyarakat Serangan, Intaran, dan Sidakarya di Gedung Kerthasaba, Jayasabha, Denpasar, Rabu (4/6/2025).

Pernyataan ini menjawab kekhawatiran sejumlah warga terkait dampak proyek terhadap terumbu karang, keamanan laut, serta mata pencaharian nelayan setempat. Dalam kesempatan itu, Koster menekankan bahwa seluruh proses telah melalui kajian menyeluruh oleh tim AMDAL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Jalur kapal LNG sudah eksisting dan tidak melewati terumbu karang aktif. Kapal hanya datang setiap 42 hari dan bongkar muat selesai dalam 24 jam,” kata Gubernur Koster.

Ia menjelaskan, pipa gas akan dipasang di kedalaman 15 meter, di bawah akar mangrove, tanpa mengganggu pertumbuhan ekosistem sekitar. Selain itu, teknologi pengerukan ramah lingkungan seperti kapal hisap dan kelambu lumpur akan digunakan untuk mencegah kekeruhan air laut.

“LNG berbeda dengan LPG. Tidak mudah meledak dan jika bocor, langsung menguap ke udara,” imbuhnya.

Proyek ini merupakan bagian dari Program Bali Mandiri Energi Bersih yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik dari Jawa Timur. Terminal LNG Sidakarya akan mendukung pembangkit listrik di Pesanggaran serta proyek pembangkit baru di perbatasan Denpasar–Gianyar dengan target kapasitas 1.550 MW pada 2029.

Gubernur memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan partisipasi publik. “Saya tidak akan membiarkan pembangunan merugikan masyarakat. Semua proses harus jelas dan benar,” tegasnya.

Pemerintah juga menjanjikan manfaat ekonomi bagi masyarakat terdampak melalui kerjasama dengan BUMDes, pengelolaan kawasan, dan pengembangan dermaga wisata.

(isu/suteja)