MANGUPURA, PODIUMNEWS.com – Kemacetan di Badung belum selesai, tapi pemerintah daerah telah menyiapkan jurus baru: taksi laut dari Canggu ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Gagasan itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung, Senin (4/8/2025), saat Bupati I Nyoman Adi Arnawa menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi terhadap sejumlah rancangan kebijakan strategis. Dalam rapat yang digelar di Ruang Gosana DPRD Badung itu, dibahas tiga agenda utama: rancangan peraturan daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana 2025–2029, revisi perda pajak dan retribusi daerah, serta rancangan perubahan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2025. Bupati Arnawa menyatakan bahwa seluruh fraksi DPRD menyetujui dua ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi perda setelah evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Bali. Mereka juga menyepakati perubahan KUA-PPAS sebagai dasar penyusunan rancangan perubahan APBD Badung tahun 2025. “Persetujuan dewan terhadap kedua rancangan peraturan daerah serta kesepakatan terhadap perubahan KUA dan PPAS menunjukkan adanya kesamaan pandangan dan komitmen antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap arah pembangunan lima tahun ke depan,” ujar Bupati Arnawa. Namun, sejumlah saran dan catatan kritis juga disampaikan dewan, termasuk soal kemacetan yang terus menghantui kawasan wisata seperti Canggu. Pemerintah mengakui bahwa pertumbuhan wilayah tidak diiringi kapasitas infrastruktur yang memadai. “Dalam perencanaan jangka menengah telah dirancang pembangunan jalan baru, trotoar, saluran drainase, dan pengembangan taksi laut Canggu-Bandara untuk mengurai kemacetan, khususnya di kawasan pariwisata,” kata Bupati Arnawa. Pemerintah juga memaparkan penguatan empat pilar pariwisata: fasilitas, keamanan, layanan, dan branding. Akan dibangun pos penyelamatan pantai, penyediaan jet ski dan ATV, perbaikan toilet umum, serta pengadaan mesin tiket di destinasi wisata. Pelatihan dan sertifikasi SDM pariwisata juga akan digencarkan, dengan penekanan pada keramahtamahan khas Bali. Sementara strategi branding wisata Badung akan disusun bersama pemangku kepentingan dengan pendekatan keberlanjutan dan pengalaman otentik. DPRD turut menyoroti minimnya ruang publik seperti taman bermain dan ruang terbuka hijau. Pemerintah menyatakan akan membangun fasilitas publik yang mendukung interaksi sosial dan kreativitas generasi muda. Masalah sampah juga kembali menjadi sorotan. Pemerintah menegaskan akan melanjutkan pengelolaan berbasis sumber serta membangun instalasi pengolahan sampah berkapasitas besar yang ramah lingkungan. “Langkah-langkah strategis ini mesti ditempuh pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Badung,” ujar Bupati Arnawa. (angga/sukadana)
Baca juga :
• Ketua BKOW Bali Ajak Perempuan Bersatu Wujudkan Kesejahteraan
• Pendapatan Tabanan Dirancang Rp 2,23 T, Bupati dan DPRD Teken Kesepakatan
• Pengukuhan GOW Tabanan, Tingkatkan Peran Perempuan untuk Kesejahteraan