Search

Home / Aktual / Pemerintahan

Koster Bongkar Masalah Layanan Bandara Ngurah Rai

Nyoman Sukadana   |    23 Agustus 2025    |   19:56:00 WITA

Koster Bongkar Masalah Layanan Bandara Ngurah Rai
Gubernur Bali Wayan Koster meninjau pelayanan Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai usai rapat koordinasi, Sabtu (23/8/2025). (foto/sukadana)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster membongkar sederet persoalan layanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang dinilai belum memenuhi standar global. Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Instansi membahas peningkatan pelayanan terminal internasional, di ruang rapat bandara, Tuban, Badung, Sabtu (23/8/2025).

Hadir dalam rapat antara lain Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Bali NTB NTT R. Fadjar Donny Tjahjadi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Winarko, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Cecep Kurniawan, General Manager PT Angkasa Pura I Ahmad Syaugi Shahab, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Koster menegaskan, Bandara Ngurah Rai adalah pintu gerbang utama masuknya wisatawan asing ke Indonesia dan wajah Bali di mata dunia. Karena itu, kualitas layanan harus benar-benar berkelas dunia, bukan sekadar cukup. Namun ia menyebut masih banyak persoalan mendasar yang belum dibenahi.

“Persoalan antrean panjang di imigrasi, lemahnya pengawasan orang asing, lamanya proses bagasi, hingga kebersihan dan keamanan yang belum optimal, harus segera dibenahi. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa-biasa saja,” tegas Koster.

Ia menyoroti antrean panjang di konter imigrasi, proses pengambilan bagasi yang memakan waktu, antrean di pemeriksaan Bea Cukai akibat wisatawan belum mengisi formulir online, serta maraknya angkutan ilegal. Selain itu, kebersihan dan keamanan dinilai masih kurang, pintu masuk dan keluar bandara sering macet, bahkan prosedur keadaan darurat disebut belum sesuai standar internasional.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Koster meminta seluruh pihak terkait melakukan reformasi total. Antara lain memperbarui fasilitas lama, menata ulang sistem pintu masuk dan keluar, meningkatkan kebersihan, menggunakan kendaraan operasional listrik yang ramah lingkungan, serta menyiapkan konter Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di lokasi strategis terminal kedatangan.

Menurut Koster, PWA berperan penting sebagai sumber pendapatan Bali untuk mengatasi persoalan mendasar, seperti kemacetan akibat infrastruktur yang belum memadai, persoalan sampah, serta pelestarian adat dan budaya. “Bandara Ngurah Rai adalah wajah Bali dan wajah Indonesia di mata dunia. Semua instansi harus bekerja dengan komitmen, dedikasi, dan integritas, tanpa pungli maupun tindakan yang merugikan wisatawan,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan perlunya sinergi antarunit pelayanan agar Bandara Ngurah Rai benar-benar mampu menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Seusai rapat, ia bersama rombongan meninjau langsung layanan terminal kedatangan internasional, termasuk imigrasi, bagasi, bea cukai, hingga lokasi konter PWA.

(sukadana)

Baca juga :
  • Ketua BKOW Bali Ajak Perempuan Bersatu Wujudkan Kesejahteraan
  • Pendapatan Tabanan Dirancang Rp 2,23 T, Bupati dan DPRD Teken Kesepakatan
  • Pengukuhan GOW Tabanan, Tingkatkan Peran Perempuan untuk Kesejahteraan