Dikelilingi Pantai Eksotis, Selayar Harapkan Investor dan Pasar Kulit Kerang
SELAYAR, PODIUMNEWS.com - Kabupaten Kepulauan Selayar, terletak di semenanjung paling selatan, Kota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi-Selatan. Dua pertiga wilayahnya, dikelilingi oleh bentangan laut luas serta hamparan pantai eksotis, berpasir putih lembut, selembut salju yang membentang, dan memanjang dari arah utara, ke selatan. Begitupun sebaliknya, dari barat ke timur.
Sementara sisanya, terdiri dari dataran tinggi, anak sungai, dan perbukitan hijau yang menempatkan Kabupaten Kepulauan Selayar, pada posisi strategis sebagai daerah pengembangan sektor pariwisata laut, sungai, dan perbukitan.
Kota berjuluk “Bumi Tanadoang” yang penamaannya, dilatar belakangi oleh bentuk lekukan pulaunya yang menyerupai se ekor udang tersebut, tidak hanya berpotensi sebagai kawasan pengembangan sektor pariwisata semata.
Akan tetapi, Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai pemilik kawasan laut yang luasannya mencapai 9.146,66 km² juga memiliki peluang dan prospek yang sangat cerah untuk ‘disulap’ dan ditumbuh kembangkan sebagai daerah pengembangan industri pengalengan ikan, dan distributor souvenir, berbahan dasar kerang laut.
Hal tersebut, tentu saja sangat beralasan. Pasalnya, Kabupaten Kepulauan Selayar, memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya hayati perikanan yang beragam.
Termasuk di dalamnya,, keaneka ragaman kerang laut. Namun sayang sekali, sebab harapan tersebut, harus tinggal menjadi sekedar harapan, dan isapan jempol belaka. Karena selain terkendala oleh faktor permodalan, dan pasar. Masyarakat juga terbentur oleh persoalan kualitas dan mutu sumber daya manusia pengrajin souvenir yang jumlahnya masih relatif sangat minim, dan bahkan bisa dihitung jari.
Tingkat kemampuan dan keterampilan pengrajin souvenir juga masih acap kali menjadii faktor penghambat dan kendala dalam meramu kult kerang. Hingga pada akhirnya, kulit kerang dengan motif dan coraknya yang beragam hanya tinggal berserakan, dan menjadi limbah dan sampah yang sama sekali tak bernila ekonomis.
Padahal, keragaman kerang i daerah ini, sepatutnya menjadi sumber mata pencaharian sampingan yang dapat menunjang dan mendorong terjadinya peningkatan sektor perekonomian serta pengentasan pengangguran di tengah-tengah lingkungan kehidupan masyarakat nelayan pesisir melalui optimalisasi pengelolaan cangkang atau kulit kerang sebagai bahan baku souvenir dan cindera mata.
Cangkang siput gonggong (Strombus luhuanus), berikut keong lambis-lambis (sheasel), cangkang kima dengan berbagai bentuk dan jenis merupakan tiga dari sekian banyak jenis kulit kerang yang paling mudah ditemukan saat berjalan menyusuri kawasan pesisir pantai, di Kabupaten Kepulauan Selayar
Masyarakat pesisir, tak mampu berbuat banyak dan hanya bisa diam menyaksikan limbah cangkang kerang buangan, berserakan di pinggiran pantai dan kawasan perkampungan. di benaknya, tersirat harapan, saban hari, cangkang kerang, tak lagi akan berserakan dan bisa menghasilkan rupiah sebagai ‘sandaran’ untuk menyekolahkan anak-anak mereka agar tak lagi menjadi nelayan, seperti orang tuanya.
(Fadly Syarif/PDN)