Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Soal Ijin Galian, Konsultan dan Pengawas Proyek Keluhkan PDAM Badung

Oleh Podiumnews • 23 Oktober 2017 • 04:10:11 WITA

Soal Ijin Galian, Konsultan dan Pengawas Proyek Keluhkan PDAM Badung
KIRI: Nyoman Sunarta, konsultan pengawas PT. Wahana Adya. KANAN: Benny, Pelakana Proyek PT. Raja Muda Indonesia

DENPASAR,podiumnews.com-PT. Raja Muda Indonesia selaku pemenang proyek pembangunan SPAM PDAM Binaan Kabupaten Badung, mengeluhkan pihak PDAM Badung yang disebut tidak reaktif berkoordinasi soal perijinan galian jalan. Akibatnya, proses pengerjaan pun mengalami sedikit hambatan lantaran ijin galian jalan Kota Denpasar dan jalan Propinsi Bali tidak segera keluar.

Perihal keluhan koordinasi yang tidak berjalan dengan baik ini disampaikan oleh Nyoman Sunarta, selaku konsultan pengawas dari PT. Wahana Adya. Disebutkannya bahwa sebenarnya dari awal pun sudah ada kesepakatan, dimana PDAM Badung selaku penerima hibah proyek dari pusat sudah seharusnya turut aktif membantu mengurus ijin galian jalan di wilayah yang terkena proyek galian pipa.

“Pernah suatu ketika, mereka (pihak PDAM Badung) mengatakan tidak ada masalah dengan ijin (di jalan wilayah Kota Denpasar), lalu ketika kita kerjakan tiba-tiba proyeknya di stop karena ternyata ijinnya belum keluar. Hal-hal seperti inilah yang kami sesali,” keluh Sunarta.

Meski kemudian dipastikan ijinnya akan segera keluar, setelah ada intruksi langsung dari Menteri PUPR saat rapat kerja bersama di Wedhapura Sanur belum lama ini. Namun menurutnya masih sangat disayangkan, permasalahan teknis yang seharusnya tidak terjadi, justru dialami pada saat proyek sudah mulai berjalan.

“Ini anggaran APBN yang diperjuangkannya juga tidak mudah. Dan sudah seharusnya instansi terkait, apalagi penerima hibahnya (PDAM Badung) bisa berkoordinasi dengan baik dengan kami serta pemerintahan Pemkot dan Propinsi Bali. Untuk ijin di Pemkot Denpasar memang akan segera keluar, namun untuk ijin jalan Propinsi Bali, hingga saat ini kita masih berproses,” jelas Sunarta.

Keluhan yang sama juga disampaikan pelaksana proyek PT. Raja Muda Indonesia, Benny, pihaknya sangat berharap pihak penerima hibah dari pusat mau berkoordinasi dengan baik. Meskipun proyek tersebut multi years dan jangka waktunya masih panjang hingga Mei 2018, namun jika koordinasi tidak berjalan baik tentunya ditakutkan akan berpengaruh pada pelaksanaan proyek itu sendiri.

“Setahu saya mereka (pihak PDAM Badung) memang awalnya sangat susah kalau diajak koodinasi. Dan ini terbukti, ketika ijin galian yang seharusnya diurus oleh mereka justru menjadi sebuah permasalahan ketika proyek sudah berjalan,” sesalnya.

Sementara itu ketika ditemui terpisah, Dirut PDAM Badung Ketut Golak, tidak banyak berkomentar dan hanya menyampaikan ucapan terima kasih atas hibah proyek dana APBN tersebut. Dengan bantuan itu, maka diharapkan kedepannya pelayanan PDAM Badung akan bisa lebih maksimal lagi.

Sebagaimana diketahui, Proyek Pembangunanan SPAM PDAM Binaan Kabupaten Badung (MYC 16-17), merupakan  proyek pembangunan system penyediaan air minum strategis. Proyek APBN 2016 dengan nilai pagu Rp 32 miliar ini dimenangkan oleh PT. Raja Muda Indonesia. (KP-TIM)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews