Podiumnews.com / Aktual / Edukasi

Proyek Sekolah Rakyat Karangasem Bernilai Rp258 Miliar

Oleh Nyoman Sukadana • 20 Desember 2025 • 17:52:00 WITA

Proyek Sekolah Rakyat Karangasem Bernilai Rp258 Miliar
Gubernur Bali Wayan Koster menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan Sekolah Rakyat Karangasem di Watujimbar Resort, Sanur, Jumat (19/12/2025). (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem resmi dikontrakkan dengan nilai total mencapai lebih dari Rp258 miliar. Penandatanganan kontrak paket pembangunan fisik dan manajemen konstruksi tersebut disaksikan langsung Gubernur Bali Wayan Koster di Watujimbar Resort, Sanur, Denpasar, Jumat (19/12/2025).

Nilai kontrak pembangunan fisik Sekolah Rakyat Karangasem tercatat sebesar Rp255,5 miliar, sementara kontrak jasa manajemen konstruksi bernilai lebih dari Rp3 miliar. Kontrak tersebut mencakup pelaksanaan pekerjaan fisik sekolah sekaligus pengelolaan manajemen konstruksi untuk memastikan proyek berjalan terstruktur, transparan, tepat waktu, dan bermutu tinggi.

Acara penandatanganan kontrak turut dihadiri Ketua DPRD Bali, Bupati Karangasem, jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial yang mengikuti secara daring.

Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Jonny Zainuri Echsan, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Program ini dirancang sebagai upaya strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyasar kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Pada tahun anggaran berjalan, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 104 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem.

Jonny menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat Karangasem ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan akan diawasi secara ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aspek manajerial, penggunaan tenaga kerja dan material, serta prioritas produk dalam negeri.

“Seluruh pelaksanaan proyek harus memenuhi prinsip tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, tepat manfaat, dan tertib administrasi agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jonny.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem dan berharap keberadaan sekolah ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali. Program ini diharapkan berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan melalui peningkatan kualitas dan akses pendidikan bagi generasi muda.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat Tahap II dengan total anggaran sekitar Rp20 triliun untuk periode 2025–2026. Seluruh sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

(sukadana)