Podiumnews.com / Aktual / Advertorial

Pujawali Petitenget, Atiwa-Tiwa Ditunda Sementara

Oleh Nyoman Sukadana • 06 Januari 2026 • 22:43:00 WITA

Pujawali Petitenget, Atiwa-Tiwa Ditunda Sementara
Suasana persiapan Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget. (foto/sukadana)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Sebagai bagian dari pelaksanaan Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Desa Adat Kerobokan, pengempon pura mengingatkan umat Hindu agar tidak melaksanakan upacara atiwa-tiwa selama rangkaian karya berlangsung. Imbauan ini berlaku mulai 6 Januari hingga 10 Januari 2026.

Pamucuk Parajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung, Drs AA Ngurah Rai Yuda Darma MAP, menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada purana Pura Dang Kahyangan Petitenget. Dalam purana disebutkan, saat Ida Bhatara dihaturkan pujawali dan nyejer di pura, upacara atiwa-tiwa tidak diperkenankan untuk dilaksanakan.

“Hari ini sudah dilaksanakan ngajum sebagai rangkaian awal Pujawali. Selanjutnya pada puncak pujawali dan selama Ida Bhatara nyejer, krama di Desa Adat Kerobokan agar tidak melaksanakan upacara atiwa-tiwa,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, Ida Bhatara diperkirakan telah malinggih sejak hari ini sekitar pukul 12.00 WITA. Sementara itu, pada puncak Pujawali yang akan berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, rangkaian upacara diperkirakan berlangsung padat dengan kehadiran umat yang tangkil ke pura.

Ida Bhatara akan nyejer di Pura Dang Kahyangan Petitenget dari tanggal 8 hingga 10 Januari 2026. Selama masa nyejer tersebut, umat diimbau untuk tetap mematuhi tatanan adat dan ketentuan purana sebagai bentuk penghormatan dan menjaga kesucian upacara.

“Ida Bhatara nyejer sampai tanggal 10 Januari 2026. Sampai tanggal tersebut agar krama Desa Adat Kerobokan menunda upacara atiwa-tiwa,” tegasnya.

Ida Bhatara selanjutnya akan malinggih hingga 10 Januari 2026 sekitar pukul 16.30 WITA sebelum dilaksanakan prosesi masineb atau penutupan rangkaian Pujawali. Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget sendiri tergolong Jelih Nadi dengan upakara Bebangkit Pregembal, dan dilaksanakan enam bulan sekali pada Buda, Wage, Merakih.

Momentum Pujawali di pura kahyangan jagat ini menjadi pengingat pentingnya ketaatan pada purana, harmoni adat, serta penguatan sradha dan bhakti umat Hindu dalam menjaga kesucian dan keseimbangan kehidupan spiritual di Bali.

(sukadana)