Bali Siaga Cuaca Ekstrem, Puncak Hujan 25-26 Januari 2026
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Bali untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026. Berdasarkan analisis atmosfer terbaru, wilayah Bali diprediksi akan mengalami lonjakan curah hujan signifikan, dengan puncaknya diprakirakan terjadi pada periode 25 hingga 26 Januari mendatang.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ini," ujar Faisal dalam keterangan resminya, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia yang memicu penguatan angin di wilayah selatan Indonesia. Selain itu, fenomena Monsun Asia yang disertai seruakan dingin (cold surge) turut memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus secara masif.
"Kombinasi faktor-faktor ini secara aktif memicu potensi hujan lebat yang menyertai kilat dan angin kencang di Bali dan sekitarnya," jelas Andri.
Secara spesifik, Bali masuk dalam daftar wilayah berpotensi cuaca ekstrem mulai 21 hingga 22 Januari. Setelah sempat bervariasi, intensitas hujan diprakirakan akan kembali meningkat tajam pada tanggal 25 dan 26 Januari 2026.
Masyarakat Bali, terutama yang beraktivitas di luar ruang atau melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, diminta untuk terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi InfoBMKG atau laman resmi www.bmkg.go.id guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi.
(sukadana)