Podiumnews.com / Aktual / News

Angin Puting Beliung Hantam Puluhan Rumah di Denpasar, Bocah Terluka

Oleh Kander Turnip • 21 Januari 2026 • 19:24:00 WITA

Angin Puting Beliung Hantam Puluhan Rumah di Denpasar, Bocah Terluka
Angin puting beliung mengamuk memporak-porandakan puluhan rumah warga di Jalan Akasia XVI di Lingkungan Buaji Anyar, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Rabu (21/1/2026). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com Angin puting beliung mengamuk memporak-porandakan puluhan rumah warga di Jalan Akasia XVI di Lingkungan Buaji Anyar, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Rabu (21/1/2026) dini hari. Fenomena alam itu melukai seorang bocah dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Saksi mata menyebutkan, angin kencang itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, di kala warga sedang tertidur lelap. Salah satu rumah yang menjadi korban angin puting beliung tersebut yakni rumah yang didiami Ni Nyoman Murni (50). Rumah korban mengalami kerusakan berupa tembok roboh dan atap seng terangkat.

Tidak hanya merusak tembok, angin kencang itu melukai anak korban berinisial CMR (13) hingga mengalami luka lecet pada punggung dan terdapat benjolan di bagian kepala serta nyeri pinggang dan kaki kanan. Korban segera dievakuasi ke RS Bali Royal Hospital Denpasar dengan menggunakan mobil ambulans milik BPBD Kota Denpasar.

Menurut tetangga korban, Nyoman Merti (58), kejadian tu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Korban berada sendirian di rumah karena ibunya sedang pergi ke pasar. Tak lama angin kencang datang dari arah selatan lalu mengangkat atap seng dan merobohkan tembok rumahhya. "Batako tembok rumah yang roboh sempat mengenai kepala dan punggung korban saat berlari menyelamatkan diri," ujar Merti.

Saksi mengatakan, awalnya mereka hanya mendengar suara dentuman keras. Warga yang curiga lantas keluar untuk mengeceknya. "Saat kami cek ke luar, kami lihat korban tersengal-sengal berlari keluar dari dalam rumah. Kami langsung membantu membawanya ke rumah sambil menelepon ambulans," beber Merti lagi.

Setelah kejadian, mobil ambulans BPBD datang ke lokasi dan membawa korban menuju RS Bali Royal Hospital Denpasar.

Tidak hanya rumah Ni Nyoman Murni yang terkena musibah angin kencang. Rumah Wayan Renguk (66) juga mengalami hal yang sama. Wayan Renguk mengaku, dia bersama enam anggota keluarganya sedang beristirahat di dalam rumah. Tiba-tiba angin kencang datang dan mengangkat atap rumah korban yang berbahan seng. Karuan saja mereka berlari keluar rumah menyelamatkan diri.

"Kami semua berlari keluar. Saya langsung amankan cucu saya yang balita. Beruntung saat tembok rumah bagian kiri rubuh, kami sudah tidak berada di luar rumah," jelas Wayan Reguk ditemui terpisah.

Ia mengaku belum bisa memastikan kerugian material dari kejadian tersebut. Namun untuk sementara, ia bersama keluarga menetap di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari rumahnya. "Kami sementara tinggal di rumah kerabat. Dari kelurahan sudah datang mendata kami yang terkena bencana," katanya.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol Tomiyasa mengatakan, musibah angin puting beliung telah merusak 25 rumah warga. Bahkan sebagian besar kerusakan berupa tembok roboh dan atap terangkat. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebur.

"Untuk korban berinisial CMR yang mengalami luka sudah dirujuk ke RS Bali Royal Hospital Denpasar dan sudah kembali ke rumah temannya," ujarnya.

Kompol Tomiyasa menegaskan, bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait telah menyiapkan tiga posko pengungsian di wilayah Denpasar Timur, yakni di Rumah Kelian Adat Buaji Anyar, Posko Induk Bale Pertemuan Saren Anyar, serta TPS3R Bakti Pertiwi di Jalan Sedap Malam Gang Simantri.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Denpasar Timur, BPBD Kota Denpasar, serta Satpol PP Kota Denpasar untuk mendata korban dari musibah angin puting beliung tersebut," tandasnya.

(hes/k.turnip)