Podiumnews.com / Aktual / News

Mayat Bayi Ditemukan di Pantai Batu Belig, Korban Banjir Tabanan?

Oleh Kander Turnip • 22 Januari 2026 • 19:10:00 WITA

Mayat Bayi Ditemukan di Pantai Batu Belig, Korban Banjir Tabanan?
Mayat bayi ditemukan terdampar di Pantai Batu Belig, tepatnya di depan Restoran Warung Santai Jalan Batu Belig No. 33, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (22/1/2026) (foto/hes)

BADUNG, PODIUMNEWS.com Bayi berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan berusia 2 tahun ditemukan terdampar di Pantai Batu Belig, tepatnya di depan Restoran Warung Santai Jalan Batu Belig No. 33, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.

Menurut PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti SH, bayi tersebut ditemukan seorang warga negara asing (WNA) yang sedang berolahraga di pesisir Pantai Batu Belig, Kuta Utara, Badung, sekitar pukul 06.30 Wita. "Turis tersebut melihat mayat bayi tersangkut di bebatuan di pinggir pantai. Bayi itu berjenis kelamin perempuan diperkirakan usia 2 tahun," ujar Aiptu Ayu.

Diungkapkannya, bayi tersebut memiliki ciri-ciri luka lebam di seluruh area wajah, luka pada bagian perut dan dada, kondisi tubuh membengkak yang diduga akibat terlalu lama terendam air laut, dan kondisi tubuh sudah kaku.

Setelah penemuan itu, WNA tersebut mendatangi petugas kebersihan 4 Ocean Foundation untuk meminta bantuan menghubungi pihak Banjar. Dua orang saksi yakni Made Niarta dan I Made Alit Juni Setiawan datang ke lokasi melihat penemuan tersebut.

Pihak kepolisian dari Polsek Kuta Utara datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengevakuasi mayat bayi ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar dengan menggunakan mobil ambulans milik BPBD Badung.

Aiptu Ayu Inastuti mengatakan mayat bayi tersebut diduga memiliki keterkaitan peristiwa orang hanyut akibat luapan sungai yang terjadi di wilayah Ancak Kuwum, Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (21/1/2026), sekitar pukul 03.00 Wita. Bayi tersebut hanyut bersama ibunya yang kini masih dalam pencaharian.

Diterangkannya, kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan tubuh membengkak, kaku, serta terdapat luka lebam. Diduga kuat, korban telah berada di dalam air dalam kurun waktu cukup lama dan terbawa arus air yang kuat akibat cuaca ekstrem dan banjir.

"Diduga jasad bayi terseret arus dari wilayah hulu sungai menuju muara, selanjutnya terbawa arus laut hingga terdampar di Pantai Batu Belig. Sedangkan luka-luka pada tubuh korban dimungkinkan terjadi akibat benturan dengan bebatuan atau benda keras selama proses hanyut," ungkapnya.

Namun demikian, kata Aiptu Ayu, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan menunggu pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan medis dan forensik, pencocokan data korban hilang, serta koordinasi lintas wilayah dengan Polres Tabanan dan instansi terkait.

(hes/k.turnip)