Polda Bali Gelar Operasi Keselamatan Agung 2-15 Februari
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Polda Bali dan jajaran serentak melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2026, Senin (2/2/2026). Operasi kepolisian yang berlangsung selama 2 minggu ini menyasar pelanggaran yang berpotensi menyebabkan fatalitas lakalantas, antara lain, pengendara tidak pakai helm dan sabuk pengamanan, mengemudi dalam pengaruh alkohol, dan pengendara main HP saat berkendara.
Apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Mapolda Bali, di Denpasar ini dipimpin oleh Irwasda Polda Bali Kombespol Asep Ahdiatna SIK, MH, selaku Wasop Keselamatan Agung 2026.
Irwasda membacakan amanat Kapolda Bali Irjenpol Daniel Adityajaya SIK, yang menyebutkan bahwa Bali yang dikenal sebagai destinasi pariwisata international, tingkat mobilitas masyarakat maupun wisatawan semakin hari semakin meningkat. Hal ini berimplikasi terhadap timbulnya permasalahan seperti kemacetan lalu lintas.
"Di satu sisi, kepadatan lalu lintas menunjukkan bahwa roda perekonomian di Bali berjalan dengan baik, namun di sisi lain kemacetan lalu lintas juga menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun wisatawan baik secara materiil maupun psikologis," ujarnya.
Di samping itu meningkatnya mobilitas kendaraan juga berimplikasi pada meningkatnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, baik yang melibatkan warga lokal maupun wisatawan asing.
Dikatakannya, dari data Ditlantas Polda Bali, jumlah pelanggaran lalu lintas periode tahun 2024 dan 2025 mengalami peningkatan sebesar 54 persen. Namun demikian, pelanggaran lalu lintas tersebut tidak selalu ditindak dengan tilang dan senantiasa mengedepankan tindakan teguran dan edukasi kepada pelanggar.
Selain itu, peningkatan angka pelanggaran lalu lintas tahun 2025 juga diikuti oleh peningkatan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 2 persen. Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena di samping menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
"Tingginya angka lakalantas juga dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata di Bali. Masih cukup tingginya angka pelanggaran lalu lintas menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran berlalu-lintas," ujar Kombespol Asep Ahdiatna.
Guna meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, Polda Bali dan jajaran melaksanakan Operasi Kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Agung 2026. Operasi ini akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 2 Februari sampai 15 Februari 2026. Operasi ini melibatkan 1.492 personel Polda Bali dan Polresta Denpasar serta didukung oleh personel dari instansi terkait lainnya.
Kegiatan ini mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis dan didukung dengan penegakan hukum secara profesional melalui ETLE. Sementara untuk sasaran meliputi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas lakalantas, pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, mengemudi dalam pengaruh alcohol, mengemudi sambil bermain ponsel dan pelanggaran yang membahayakan lainnya.
"Operasi kewilayahan ini juga bertujuan menciptakan kondisi kamseltibcarlantas yang kondusif menjelang Operasi Ketupat 2026 pada Bulan Maret mendatang," tegasnya.
Karo Ops Polda Bali Kombespol Soelistyono selaku Karendal Operasi Keselamatan Agung 2026 mengatakan, operasi kali ini mengedepankan sosialisasi. Pengendara yang ditemukan melanggar diberikan teguran tertulis sebagai bentuk edukasi. Untuk penegakan hukum berupa tilang hanya dilakukan secara elektronik melalui kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang tersebar di 39 titik di seluruh Bali.
Dibeberkannya lebih lanjut, masalah lalu lintas di Bali merupakan persoalan yang perlu ditangani secara serius. Menurutnya, Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia yang banyak dikunjungi wisatawan.
“Lalu lintas bukan sekadar urusan mobilitas kendaraan di jalan raya, tapi merupakan urat nadi perekonomian dan penunjang pariwisata berkualitas," tegas mantan Direktur Polairud Polda Bali ini setelah apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Agung di Mapolda Bali.
(hes/k.turnip)