Ekonomi Bali 2025 Tumbuh 5,82 Persen, Tertinggi Tujuh Tahun
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Perekonomian Bali sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,82 persen secara tahunan, menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian tersebut dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, saat audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (06/02/2026).
Dalam pertemuan itu dibahas capaian indikator sosial ekonomi Bali tahun 2025 sekaligus sinergi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Struktur ekonomi Bali masih didominasi sektor akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan data statistik yang akurat harus menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan pembangunan Bali.
"Data dari BPS ini sangat penting sebagai rujukan utama dalam merancang program pembangunan agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bali," ujar Koster.
BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 mencapai 6,94 juta kunjungan, melampaui kondisi sebelum pandemi. Perjalanan wisatawan nusantara juga meningkat hingga lebih dari 26,6 juta perjalanan.
Dari sisi kesejahteraan sosial, tingkat kemiskinan Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen atau sekitar 160,09 ribu orang, menjadi yang terendah sejak penghitungan kemiskinan tahun 1996 sekaligus terendah secara nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka Bali pada November 2025 sebesar 1,45 persen, juga menjadi yang terendah di Indonesia.
Koster menginstruksikan perangkat daerah untuk menggunakan data BPS sebagai dasar perumusan kebijakan, terutama dalam penanganan kemiskinan dan pengangguran.
"Cari rumah tangga miskin yang masih tersisa dan petakan secara detail. Target kita kemiskinan harus terus turun dan menuju nol di Bali," katanya.
Ia juga meminta Dinas Tenaga Kerja memperkuat upaya penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja berskala besar.
"Pengangguran harus kita tekan. Kita perlu mempertemukan lulusan sekolah dan perguruan tinggi dengan dunia usaha melalui job fair besar," ujar Koster.
Dalam audiensi tersebut, BPS Provinsi Bali juga menyampaikan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan memohon dukungan Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Koster menegaskan sensus tersebut menjadi instrumen strategis untuk memperkuat basis data pembangunan daerah.
"Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas penting dalam transformasi ekonomi Bali ke depan," kata Koster.
Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan BPS dalam penyediaan data yang kredibel sebagai dasar pembangunan Bali yang berkelanjutan.
(sukadana)