Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Gubernur Bali Dorong Arak Bali Masuk Duty Free Bandara

Oleh Nyoman Sukadana • 08 Februari 2026 • 20:41:00 WITA

Gubernur Bali Dorong Arak Bali Masuk Duty Free Bandara
Gubernur Bali meninjau outlet UMKM dan area duty free di Bandara Ngurah Rai. (foto/sukadana)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali, Wayan Koster, mendorong perluasan pemasaran Arak Bali di area duty free Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat meninjau outlet UMKM dan kawasan keberangkatan serta kedatangan internasional di Badung, Minggu (08/02/2026). Koster memastikan produk UMKM Bali mendapat ruang lebih besar di bandara sebagai etalase global.

Dalam peninjauan tersebut, Koster menekankan Arak Bali sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi lokal.

"Arak Bali harus kita kelola dari hulu ke hilir agar memberi manfaat bagi perajin dan masyarakat lokal," ujar Koster.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berkomitmen melindungi perajin arak tradisional sekaligus meningkatkan standar produk agar mampu bersaing dengan minuman impor. Produk Arak Bali diketahui telah dipasarkan di outlet bandara selama setahun terakhir, meski jumlahnya masih terbatas.

"Kita minta diperbanyak, jangan hanya whiskey dan brandy yang dominan di duty free," katanya.

Koster meminta Angkasa Pura menyediakan etalase khusus Arak Bali agar lebih dikenal wisatawan mancanegara. Pengelolaan etalase tersebut direncanakan berada di bawah Asosiasi Arak Bali sehingga seluruh merek dapat terakomodasi.

"Kita perkenalkan Arak Bali ke dunia internasional dalam satu etalase yang dikelola asosiasi," ujarnya.

Selain pemasaran, Koster menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk pencantuman aksara Bali pada kemasan sesuai ketentuan pemerintah daerah.

"Produk Arak Bali harus sesuai Pergub tentang tata kelola minuman khas Bali agar menjadi kekuatan ekonomi berbasis kearifan lokal," tegasnya.

Pemerintah Provinsi Bali berharap penguatan pemasaran Arak Bali di bandara dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkenalkan identitas budaya Bali ke pasar internasional.

(sukadana)