Bupati Tabanan Hadiri Perayaan Imlek dan Cap Go Meh
TABANAN, PODIUMNEWS.com – Menutup rangkaian perayaan Imlek 2026 dengan suasana penuh kebersamaan dan keharmonisan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jalan Melati No. 18, Tabanan, Bali, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait serta umat dan masyarakat yang memadati area vihara.
Kehadiran Bupati Sanjaya disambut meriah dengan penampilan Barongsai Pusaka Cattra yang menambah semarak suasana. Kegiatan diawali dengan persembahyangan di altar vihara yang dipandu oleh Biokong sebagai wujud bhakti dan ungkapan syukur atas limpahan berkah serta doa bagi kedamaian bersama. Nuansa merah dan gemerlap lampion yang menghiasi kawasan vihara menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan optimisme menyongsong tahun yang baru.
Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan yang telah dianugerahi Harmony Award memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya.
“Baik Pemerintah maupun Forkopimda selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani tidak akan bisa kita capai jika kita tidak rukun dan tidak harmonis,” ucapnya.
Perayaan Cap Go Meh yang sarat makna sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Langit dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga membawa nostalgia tersendiri bagi Sanjaya. Ia mengenang masa kecilnya di Kota Tabanan yang kerap menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh dalam suasana akrab, lengkap dengan ragam kuliner khas yang mempererat silaturahmi. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum silaturahmi dan rasa syukur yang harus terus kita jaga,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan perayaan Imlek di Tabanan yang kini memasuki tahun ketiga dengan penyelenggaraan yang semakin terbuka dan semarak, menjadi bukti nyata kemajuan pembauran budaya. Ornamen lampion yang menghiasi sudut-sudut kota merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi ekspresi budaya masyarakat Tionghoa.
“Dulu saya katakan, ayo tampilkan budayanya. Kita pasang lampion, kita fasilitasi agar menjadi semarak. Pembauran ini penting supaya kita benar-benar menjadi satu keluarga besar. Harmony Award bukan hanya ditempel di dinding, tetapi harus diimplementasikan dalam pembauran yang nyata,” tegasnya.
Sanjaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Tionghoa di Kabupaten Tabanan atas kontribusi dan komitmen dalam menjaga kebersamaan lintas agama.
Menurutnya, harmoni antara umat Hindu, Tionghoa, Kristen, dan Muslim di Tabanan merupakan implementasi nyata visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala. Dengan terpeliharanya harmoni secara sekala dan niskala, Tabanan diharapkan terus menjadi contoh nyata kerukunan dan persaudaraan bagi daerah lain di Bali maupun Indonesia.
Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan beserta jajaran atas dukungan yang senantiasa diberikan. Ia juga menyampaikan harapan agar di Tahun Kuda ini, Bupati Sanjaya senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Tabanan sebagai kabupaten yang harmonis, toleran, serta mampu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Menutup rangkaian acara dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati Sanjaya bersama jajaran dan para umat menikmati sajian lontong Cap Go Meh yang menjadi ciri khas perayaan, sembari menyaksikan hiburan musik angklung dan berbagai penampilan seni lainnya. Sajian tersebut bukan sekadar kuliner, tetapi juga mengandung simbol doa dan harapan agar tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, selaras dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga di Tabanan.
(sukadana/kturnip)