Jaya Negara Ajak Pecalang Jaga Kondusivitas Nyepi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak pecalang untuk memperkuat peran menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pesangkepan Agung Pecalang yang dirangkaikan dengan sosialisasi kasukertan krama di Wantilan Pura Agung Petilan, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (8/3/2026).
Pesangkepan ini diikuti sekitar 400 pecalang yang berasal dari 32 banjar di Desa Adat Kesiman. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi pecalang dalam memperkuat sistem keamanan berbasis desa adat.
Dalam sambutannya, Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas peran pecalang yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan.
“Pecalang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran kegiatan adat dan keagamaan,” ujar Jaya Negara.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara desa adat, pemerintah serta aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah, terlebih menjelang Hari Raya Nyepi yang tahun ini berdekatan dengan momentum perayaan Idul Fitri.
“Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan pertemuan dengan Sabha Upadesa terkait pelaksanaan Nyepi. Desa adat dan desa dinas diharapkan dapat melakukan komunikasi yang baik agar pelaksanaan Nyepi dan malam takbiran dapat berjalan aman dan tertib,” jelasnya.
Selain isu keamanan, Jaya Negara juga menyoroti pentingnya penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat keluarga.
Menurutnya sekitar 60 persen komposisi sampah di Kota Denpasar merupakan sampah organik yang dapat dikelola langsung dari rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan sederhana.
“Pemerintah Kota Denpasar telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk pembagian bag komposter kepada masyarakat melalui desa dan kelurahan,” kata Jaya Negara.
Ia menambahkan pemerintah juga mengoptimalkan pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu dengan penambahan kapasitas mesin hingga 100 ton serta menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede mengapresiasi dedikasi para pecalang di Desa Adat Kesiman yang selama ini secara tulus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah banjar maupun desa adat.
“Terlebih dengan adanya rencana penutupan TPA Suwung, mari kita tingkatkan kesadaran bersama untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga,” ujarnya.
Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya menambahkan pecalang merupakan ujung tombak desa adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Profesionalitas pecalang serta sinergi dengan aparat keamanan dan masyarakat harus terus ditingkatkan,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, jajaran Kapolresta Denpasar, Kodim 1611/Badung, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati serta tokoh masyarakat Desa Adat Kesiman.
(sukadana)