Bupati Badung Gelar Dialog dengan Tokoh Masyarakat Dalung Permai
BADUNG, PODIUMNEWS.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menggelar dialog bersama tokoh masyarakat se-Dalung Permai di Balai Banjar Bhuana Asri, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Bali, Senin (16/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan compost bag (tas kompos) secara simbolis kepada Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana.
Turut hadir pada kesempatan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Lurah Kerobokan Kaja I Gst. Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, Kaling/kelian dinas, Kelian adat/ kelian Suka Duka dan Pasikian Yowana se-Dalung Permai.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa ini adalah kunjungan kedua ke Perumahan Dalung Permai. Ia menyadari, dengan jumlah penduduk yang cukup tinggi, penanganan sampah di kawasan tersebut menjadi tantangan yang besar.
“Tujuan saya datang ke sini adalah untuk memastikan agar Kaling, tokoh masyarakat, Kelian Tempekan, Pak Lurah, dan Pak Perbekel dapat bersama-sama mencari solusi penanganan sampah. Salah satunya adalah dengan cara memilah sampah. Ini sudah terbukti berhasil di Banjar Tegal Permai. Dengan kemauan dan goodwill, saya yakin kita bisa melakukannya di sini juga. Saya datang untuk memotivasi masyarakat agar lebih serius dalam menangani masalah sampah, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Perumahan Dalung Permai yang telah menjaga kekompakan, meski lingkungan yang heterogen. Ia berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk mendengarkan aspirasi dari tokoh masyarakat setempat, yang nantinya dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait yang hadir.
“Selain masalah sampah, pertemuan ini juga membahas isu lain, seperti penataan lalu lintas dan masalah banjir. Meskipun ini masalah yang ada di seluruh Badung, saya apresiasi kekompakan masyarakat di sini yang sangat tinggi. Saya berharap kondisi ini tetap terjaga, sehingga lingkungan perumahan tetap kondusif. Sebagai daerah yang beroperasi hampir 24 jam, kita juga perlu mempersiapkan potensi masalah, seperti sampah, kriminalitas, dan kerusuhan. Oleh karena itu, kedatangan kami bersama perangkat daerah diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat Dalung Permai,” jelasnya.
(adi/kturnip)