Menurut Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Inastuti SH, pihaknya telah memeriksa 3 saksi yang melihat langsung kejadian, yakni saksi KPTAP (34), NMA (39) pemilik vila Amari, Pujiani (30) pacar korban yang tinggal di Legian, Kuta.
Diceritakannya, kejadian sekitar pukul 22.00 Wita, saat korban Rene Pouw dan pacarnya, Pujiani sedang berjalan-jalan. Setiba di depan vila Amira, sang pacar melihat ada 2 orang berboncengan dengan menggunakan motor matic berwarna hitam.
Kedua pelaku berciri-ciri, si pengendara memakai jaket hitam ojek online, helm warna hitam, masker warna biru. Sedangkan yang dibonceng memakai baju kaus orange tidak memakai helm.
Anehnya, saat dua pelaku sampai di ujung gang, mereka langsung berbalik arah. Melihat gelagat mencurigakan tersebut, korban langsung berhenti dan menyuruh pacarnya untuk mengunci vila Amira.
"Tak lama saksi melihat dua pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau," beber Aiptu Ayu Inastuti, Selasa (24/3/2026).
Tidak hanya menyerang korban, seorang pelaku yang mengenakan jaket ojol mengejar korban yang berlari ke depan villa Amira no 4 yang saat itu dalam keadaan gelap. Namun saksi korban berhasil menghindar.
"Saksi menunggu di kegelapan dan melihat dua pelaku sudah melarikan diri. Saksi lalu mendekati korban yang sudah dalam keadaan mengeluarkan darah dan berteriak meminta pertolongan," ucapnya.
Dari insiden penganiayaan tersebut, korban mengalami luka terbuka yang cukup lebar di pipi sebelah kiri yang mengenai telinga kiri korban. Luka robek pada tubuh bagian kiri korban yaitu pada kepala, leher, bahu, lengan, punggung, paha bagian bawah
Kemudian, luka robek di bagian tengah punggung dan luka robek di pergelangan tangan kanan, di punggung jari jempol kanan. Korban segera dilarikan ke RS BIMC dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 Wita.
"Kemungkinan besar penyebab kematian karena kehabisan darah," ungkap Aiptu Ayu Inastuti.
Dari hasil pemeriksaan Unit Identifikasi Polres Badung di lokasi ditemukan satu buah kacamata, satu HP, sepasang selop warna putih, sepasang sandal kulit wanita berwarna coklat, satu buah mata pisau, satu buat cincin bagian pisau, satu buah ujung senter, satu buah baterai dan satu buah tutup senter.
Sejalan penyelidikan berlangsung, pihak kepolisian masih mendalami rekaman CCTV yang diduga dilalui para pelaku menuju ke TKP, mengingat di TKP minim terdapat CCTV. Kamera CCTV hanya ada di depan gang milik salah satu warga setempat.
(hes/kturnip)