ABK KM Bandar Nelayan 31 Tewas di Pelabuhan Benoa
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Diduga mengalami sakit vertigo, seorang anak buah kapal (ABK) KM Bandar Nelayan 31 berinisial NA (41), ditemukan meninggal dunia di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Senin (11/5/2026). Warga sempat melihat korban muntah-muntah, dan berjalan sempoyongan hingga akhirnya terkapar di pinggir dermaga.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, saat sedang berada di atas kapal, korban sempat mengeluh sakit kepala disertai pusing. Hal itu dikatakan korban kepada temannya, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Sehingga rekan korban bersedia mengantarkan korban berobat ke klinik di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan. "Teman korban yang mengantarkan ke rumah sakit,” ujar Iptu Adi Saputra Jaya, Selasa (12/5/2026).
Sementara dari hasil pemeriksaan dokter klinik, disebutkan korban memang mengalami sakit vertigo. Dokter juga sempat memberikan beberapa obat untuk diminum oleh korban. Setelah berobat dari rumah sakit, korban kembali ke kapal untuk beristirahat.
Tapi yang terjadi, kondisi kesehatan korban semakin memburuk, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Pasalnya, korban kembali mengalami pusing-pusing disertai muntah-muntah dan akhirnya dibawa kembali ke rumah sakit.
Iptu Gede Adhi menjelaskan, saat menunggu kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit, korban berjalan dalam kondisi sempoyongan seperti orang mabuk. Beberapa saat kemudian, korban ambruk di pinggir jalan dermaga. Bahkan korban sempat mengeluarkan busa dari mulutnya. “Korban terbaring di jalan dan beberapa saat kemudian tidak sadarkan diri,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini.
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di lokasi, polisi menemukan tas selempang kulit hitam milik korban yang berisi sejumlah obat-obatan dari klinik. Obat tersebut disebut masih utuh dan belum sempat diminum korban. Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah Sanglah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
(hes/kturnip)