Pelatih Bali United Jalani FIFA Coach Educator Development di Thailand
GIANYAR, PODIUMNEWS.com – Salah satu pelatih Bali United FC, I Gde Mahatma Dharma (Dede) menjalani program FIFA Coach Educator Development di Thailand pada awal Juni ini. Pada jeda kompetisi tersebut, asisten pelatih tim utama Bali United FC ini mengikuti pelatihan di Cohort, Thailand, Senin (1/6/2026) hingga Sabtu (6/6/2026) lalu.
Melalui surat penugasan PSSI Nomor 2593/UDN/1507/V-2026, Coach Dede berkesempatan menimba ilmu dari para senior Coach Educator yang berasal dari PSSI. Sebab, Coach Dede mendapat tugas khusus sebagai Delegasi Coach Educator (CE) bersama Ridho Jaya Maulana yang nantinya membantu dalam hal bahasa (Interpreter) kepada pelatih senior lainnya yang bakal menjadi Coach Educator Developer.
Adapun beberapa nama pelatih senior yang turut terlibat dalam pelatihan tersebut untuk menjadi Coach Educator Developer (CED) di antaranya Aldi Iqbal Tawakal, Mundari Karya, Kartono Pramdhan, Firmansyah Agus Purnomo, Marwal Iskandar, Bambang Nurdiansyah dan John Arwandi.
Para pelatih terbaik ini menimba ilmu bersama perwakilan pelatih yang berasal dari federasi sepak bola Thailand dan FIFA.
“Turut senang dalam kesempatan yang diberikan oleh PSSI kepada saya dimana saya berkesempatan belajar dari para Coach Educator senior yang akan dipersiapkan menjadi Coach Educator Developer untuk pengembangan pelatih di Indonesia. Meski saya ditugaskan sebagai delegasi Coach Educator yang juga membantu dalam interpreter, namun saya belajar banyak dari Coach Educator senior lainnya, perwakilan FIFA dan juga federasi sepak bola Thailand tersebut. Pengalaman ini juga menjadi bekal secara pribadi dalam mengembangkan diri sebagai Coach Educator Developer di masa mendatang dan juga untuk pengembangan tim Bali United,” ucap Coach Dede.
Training Assessment for Coach Educator Developer (CED) dirancang untuk membekali para pengembang edukator pelatih dengan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung, membimbing, dan menilai Coach Educator (CE) dalam jalur pengembangan FIFA.
Selama 6 hari berproses, para peserta dibekali materi kelas dan juga lapangan sehingga memastikan seorang Coach Educator memiliki pemahaman yang jelas mengenai standar FIFA.
Pada bulan Juni ini menjadi pertemuan pertama, dan masih tersisa empat kali pertemuan dalam pengembangan Coach Educator ini menjadi Coach Educator Developer bagi kemajuan sepak bola di bawah naungan FIFA.
Secara pribadi, Coach Dede sendiri telah menjadi Coach Educator dalam meluluskan pelatih-pelatih baru berlisensi D PSSI pada tahun 2025 lalu dan kurang lebih terhitung baru 500-an pelatih baru dari Bali hadir untuk sepak bola Indonesia.
Masih memerlukan banyak pengalaman, kesempatan dan jumlah pelatih yang berkualitas dari tangan Coach Dede sebelum akhirnya juga bakal menjadi Coach Educator Developer di masa mendatang.
(adi/kturnip)