Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Badung Libatkan Penari Difabel di Peed Aya PKB 2026

Oleh Nyoman Sukadana • 14 Juni 2026 • 09:21:00 WITA

Badung Libatkan Penari Difabel di Peed Aya PKB 2026
Atraksi kontingen Kabupaten Badung memeriahkan Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 di Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kontingen Kabupaten Badung melibatkan penari penyandang disabilitas dalam Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen menghadirkan kesetaraan dan ruang kreativitas bagi seluruh masyarakat tanpa memandang kondisi fisik.

Kehadiran penari difabel menjadi salah satu sorotan dalam penampilan Duta Kabupaten Badung pada pembukaan dan pelepasan Peed Aya PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Pawai budaya PKB XLVIII secara resmi dibuka dan dilepas oleh Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya yang ditandai dengan pemukulan kulkul.

PKB tahun ini mengusung tema Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha yang menjadi spirit untuk menyucikan dan menjernihkan jiwa manusia melalui ruang seni, budaya, dan tradisi.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta hadir langsung menyaksikan penampilan Duta Kabupaten Badung. Seusai pawai, Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh seniman Badung yang telah menampilkan pertunjukan secara maksimal.

"Kami sangat mengapresiasi para seniman Badung yang telah tampil maksimal dalam Peed Aya ini. Semoga untuk tahun ke depan dapat tampil lebih baik lagi," ujar Adi Arnawa.

Menurutnya, keikutsertaan penyandang disabilitas dalam Peed Aya merupakan bukti nyata bahwa ruang seni dan budaya harus menjadi milik bersama tanpa ada perbedaan perlakuan.

"Keikutsertaan difabel ini, kami menginginkan adanya kesetaraan dan tidak ada perbedaan. Mereka juga bisa memanfaatkan ajang ini untuk berkreasi," katanya.

Ia menegaskan, keterlibatan penyandang disabilitas dalam pawai budaya menunjukkan bahwa kemampuan seseorang tidak diukur dari kesempurnaan fisik, melainkan dari potensi dan semangat yang dimiliki untuk berkarya.

Duta Kabupaten Badung pada PKB tahun ini mempersembahkan garapan bertajuk Kala Mandala yang menggambarkan pertemuan ruang dan waktu sebagai cakra kehidupan, tempat manusia hadir, bergerak, dan menemukan kesadaran diri.

Peed Aya Badung diawali dengan pembawa papan nama daerah dan pasangan Jegeg Bagus berbalut pakaian adat khas Badung. Kehadiran penari disabilitas menjadi penanda bahwa jiwa tidak diukur dari kesempurnaan raga, melainkan dari cahaya yang dipancarkannya.

Penampilan juga menghadirkan Tari Sekar Jepun sebagai maskot Kabupaten Badung yang diiringi Gong Semar Pegulingan, serta Tari Rejang Sutri yang menjadi simbol kelembutan, kasih sayang, dan kebijaksanaan yang menuntun harmoni kehidupan.

Sebagai puncak pertunjukan, Duta Kabupaten Badung menampilkan kisah Dewa Ruci yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia, dari keramaian menuju keheningan, dari pencarian menuju penemuan, dan dari keterpisahan menuju persatuan.

Keseluruhan sajian tersebut menjadi pengingat bahwa hidup bukan sekadar berjalan dalam waktu, melainkan menyadari setiap langkah sebagai perjalanan pulang menuju pemuliaan jiwa atau Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Kehadiran penari difabel dalam Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 sekaligus mempertegas komitmen Kabupaten Badung dalam mendorong seni dan budaya yang inklusif serta membuka ruang yang setara bagi seluruh masyarakat untuk berkarya dan berpartisipasi dalam pelestarian budaya Bali.

(sukadana)

Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.