Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Jaya Negara: Segara Rupek Warisan Spiritual yang Harus Dijaga

Oleh Nyoman Sukadana • 14 Juni 2026 • 17:58:00 WITA

Jaya Negara: Segara Rupek Warisan Spiritual yang Harus Dijaga
KHIDMAT: Umat Hindu mengikuti Puncak Karya Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek, Buleleng, Minggu (14/6/2026). (foto/sukadana)

BULELENG, PODIUMNEWS.com – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memimpin pelaksanaan Puncak Karya Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Minggu (14/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan Jaya Negara untuk menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan keberadaan pura kahyangan jagat sebagai warisan spiritual dan budaya Bali.

Kehadiran Jaya Negara yang juga selaku Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih sekaligus Pengrajeg Karya didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Puncak karya yang berlangsung khidmat sejak pagi hari itu dipuput sembilan sulinggih dari berbagai griya di Bali. Mereka dipimpin Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba selaku Wiku Yajamana bersama para sulinggih dari berbagai soroh dan wangsa di Bali.

Jaya Negara menjelaskan, sebelum pelaksanaan puncak karya, terlebih dahulu telah dilaksanakan prosesi Melasti dan mulang pakelem sebagai bagian dari rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, dan Padudusan Agung Menawa Ratna pada Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, prosesi Melasti memiliki makna penting sebagai upaya penyucian dan permohonan kerahayuan sebelum memasuki puncak karya.

"Melalui pelaksanaan Melasti ini, diharapkan seluruh rangkaian Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dapat berlangsung lancar dan memberikan kerahayuan bagi umat serta alam semesta," kata Jaya Negara.

Ia mengatakan, Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek merupakan salah satu pura kahyangan jagat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi umat Hindu di Bali. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Karya ini merupakan wujud bhakti yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesucian dan kelestarian Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek sebagai pura kahyangan jagat," ujarnya.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengapresiasi semangat pengabdian seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan karya. Menurutnya, yadnya yang dilaksanakan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga mempererat persaudaraan umat dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sulinggih, pemerintah daerah se-Bali, pengempon dan pengemong pura, para donatur, Bank BPD Bali, serta masyarakat yang turut ngayah dan memberikan punia.

Menurutnya, sinergi dan gotong royong seluruh elemen tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi pura dan tradisi keagamaan yang diwariskan para leluhur.

"Kami bersama-sama memohon agar alam semesta senantiasa dianugerahi keselamatan, kedamaian, dan kerahayuan. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan bhakti yang terbangun selama pelaksanaan karya menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali," ujar Jaya Negara.

Ia menambahkan, karya yang dipuput para sulinggih dari berbagai soroh dan wangsa di Bali tersebut tidak hanya bertujuan menyucikan kawasan pura, tetapi juga menyucikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Pelaksanaan Karya Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek pun menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam merawat warisan spiritual, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan leluhur Bali secara turun-temurun.

(sukadana)

Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.