Podiumnews.com / Aktual / News

Mayat Lansia Terapung di Perairan Benoa, Begini Kondisinya

Oleh Kander Turnip • 06 Juli 2026 • 21:39:00 WITA

Mayat Lansia Terapung di Perairan Benoa, Begini Kondisinya
Petugas mengevakuasi mayat lansia yang ditemukan warga mengapung di perairan kawasan Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. (Foto/hes)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Heboh, mayat lansia ditemukan warga mengapung di perairan kawasan Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Mayat laki laki tersebut diketahui bernama I Wayan Dapet (80). Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki keterbelakangan mental.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, sebelum ditemukan meninggal, saksi I Wayan Suwutra mengatakan korban terlihat berjalan keluar rumah, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Korban diketahui tidak pamitan, dan keluar tanpa tujuan..

Besoknya, seorang saksi bernama Ketut Suata melihat sesosok tubuh mengapung di laut. Posisinya berjarak 40 meter dari bibir pantai, depan Hotel Peninsula. 

"Temuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa," ujar Iptu Gede Adhi, Senin (6/7/2026). 

Menindaklanjuti informasi itu, anggota Satpolairud Polresta Denpasar yang kebetulan bersama Tim Basarnas sedang melakukan operasi pencarian di Pantai Greenbowl langsung bergerak menuju lokasi menggunakan jet ski untuk melakukan pengecekan. 

"Setiba di sana, tim menemukan korban tewas dalam posisi tengkurap. Tangan kanan Dapet diketahui tersangkut pada pelampung yang biasa digunakan sebagai tambatan jukung," ungkapnya.

Selanjutnya, tim mengevakuasi jasad lansia itu ke tepian pantai. Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung mengenalinya sebagai warga Banjar Pande. Pihak keluarga segera dihubungi dan setelah tiba di lokasi memastikan identitas korban.

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk menjalani prosesi adat dan keagamaan. Sementara dari keterangan pihak keluarga, korban telah lama mengalami keterbelakangan mental dan memiliki kebiasaan keluar rumah seorang diri. 

"Informasi dari keluarga, korban disebut hampir setiap hari berjalan kaki tanpa tujuan, sehingga sering ditemukan warga dan diantar pulang," imbuhnya. 

Dengan kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memastikan tidak ada dugaan tindak pidana dalam kematian Dapet. 

Selain itu, pihak keluarga juga memilih tidak membuat laporan polisi maupun menuntut pihak mana pun, serta telah memperkuat pernyataan tersebut melalui surat pernyataan kepada pihak kepolisian. 

(hes/kturnip)

Kander Turnip
Editor

Kander Turnip