Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kelangkaan BBM dan Antrean Kendaraan di SPBU Kuta Selatan Karena Ini

Oleh Kander Turnip • 08 Oktober 2026 • 22:28:00 WITA

Kelangkaan BBM dan Antrean Kendaraan di SPBU Kuta Selatan Karena Ini
Polsek Kuta Selatan melaksanakan monitoring ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah hukum Polsek Kuta Selatan, Badung, Bali, Rabu (7/10/2026). (foto/hes)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Terungkap, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kuta Selatan hingga menyebabkan antrean yang cukup dipanjang disebabkan berbagai faktor, salah satunya jatah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dikurangi 30 persen hingga 40 persen. 

Tidak hanya itu, kelangkaan ini juga disebabkan belum bersandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. 

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Polsek Kuta Selatan melaksanakan monitoring ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah hukum Polsek Kuta Selatan, Badung, Bali, Rabu (7/10/2026) dimulai pukul 09.00 Wita.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol Muhammad Said Husen, S.I.K., M.H., mengatakan, monitoring ini dilakukan untuk memastikan kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

"Hasil monitoring menunjukkan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih bervariasi," ujar Kompol Husen dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Kamis (8/10/2026). 

Ia menyatakan, ada beberapa SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, maupun Bio Solar. Sementara terdapat SPBU yang stok beberapa jenis BBM-nya telah kosong dan satu SPBU di wilayah Jimbaran tercatat nihil beroperasi. "Kondisi ini menjadi perhatian untuk terus dilakukan pemantauan secara berkala," ungkapnya. 

Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, keterlambatan pasokan antara lain dipengaruhi belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. 

Selain itu, pasokan ke wilayah Kuta Selatan yang berasal dari Depo Sanggaran dan Manggis disebut mengalami pengurangan jatah sekitar 30–40 persen untuk setiap SPBU. 

"Kondisi distribusi juga dapat dipengaruhi keterlambatan kendaraan tangki akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi," imbuh Kompol Husen didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adhi Saputra Jaya SH. 

Kapolsek Husen kembali mengatakan, monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan. 

"Polsek Kuta Selatan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi BBM guna menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

(hes/kturnip)


Kander Turnip
Editor

Kander Turnip