Sukses Lolos Ajang Internasional, Tiga Perupa Indonesia Akan Gelar Pameran Tour Indonesia
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Tiga perupa Indonesia berprestasi dan lolos dalam Ivent Pameran lukisan Internasional, kurasi Beijing International Art Biennale (BIAB) tahun 2019 yakni Antonius Kho dan Pande Nyoman Alit Wijaya Suta pelukis asal Bali, dan RB. Ali pelukis asal Jakarta.
BIAB ke-8 tahun 2019 kali ini bertema “Dunia yang Penuh Warna dan Masa Depan Bersama”. Pameran yang melibatkan sekitar enam ratus seniman dari berbagai negara tersebut digelar di Museum Seni National China, Beijing, dari tanggal 26 Agustus -23 September 2019.
BIAB merupakan pameran seni rupa international sejak 2003 yang di gelar oleh Pemerintah Kotamadya Beijing, China. Selama sepuluh tahun terahir, tercatat sekitar empat ribu seniman dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan pengunjung pameran sekitar satu juta orang.
Usai pulang membawa nama Indonesia, ketiga perupa Indonesia itu bersepakat dan telah sukses menggelar pameran lukisan di Bali bertema “From Beijing to Bali, a colorful world & a shared futuredi”, di Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk 159, Denpasar, Bali, 1 - 10 December 2019 lalu.
Menurut salah satu perupa, Rb. Ali, sebagai wakil Indonesia ia mengungkap pameran di Bali sebagai awal pembuka untuk rencana Tour keliling Indonesia usai kesuksesan mereka menembus event Internasional di China.
“Pameran di Bali merupakan tantangan awal kita membawa semangat usai pulang dari Beijing. Selain sebagai ajang silaturahmi, pameran di Bali juga sebagai upaya membangun dan memperkuat wacana interaksi budaya Indonesia dan China,” ungkapnya.
“Kami bekerjasama dengan Popo Denis dalam pelaksanaannya. Kedepan kami bertiga juga memiliki rencana akan menggelar pameran serupa di Jogja di tahun depan, lalu kemuadian di Jakarta. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana,” harapnya usai sukses menggelar pameran, Jumat, (13/12).
Sementara itu, perupa lain yang merupakan Pelukis Muda asal Bali Pande Nyoman Alit Wijaya Suta berkempatan menyoroti perkembangan pelukis muda Indonesia terutama di Bali.
“Masih banyak pelukis muda terutama di Bali yang memiliki potensi dan bisa di kembangkan, karena saat ini akses untuk belajar juga terbuka lebar. Hanya saja mungkin hari ini terkesan tidak terlihat karena kurang publikasi dan unjuk gigi keluar. Dengan pameran sperti ini, harapannya dapat memberikan motivasi bagi pelukis muda untuk terus berkarya dan mengembangkan diri serta tampil di iven internasional,” pungkasnya saat ditemui di Denpasar.
Sementara itu, Consulate General of the Republic of China untuk Indonesia di Denpasar, Mr. Gou Haodong yang sempat hadir dalam pameran itu menyebutkan pameran lukisan Beijing Biennale mengajak kita untuk mengenal lebih jauh budaya China.
“Proyek pameran lukisan ini sebagai jembatan untuk lebih jauh mengenal budaya China. Melalui Beijing Biennale, kemudian karyanya dipamerkan di Indonesia akan lebih membuka wawasan kita terhadap budaya China,” ungkapnya.
Untuk diketahui, lukisan RB. Ali yang lolos dalam BIAB 2019 berjudul “Relativity of Time” yang berkisah tentang manusi dan kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari konsep ruang dan waktu. Dijelaskan bahwa kemana pun manusia pergi, apapun yang dilakukannya, manusia akan terus berada dalam pusaran ruang dan waktu. Waktu akan terus bergerak, meninggalkan kisah hidup yang tidak akan terulang lagi.
Sementara Pande Nyoman Alit Wijaya Suta menampilkan karya berjudul “Sweet Dream” yang mengungkapkan renungan tentang makna kebahagiaan. Bagi Pande, kebahagian tidak bisa di ukur dengan kekayaan. Kebahagiaan sangatlah sederhana ketika manusia mampu tersenyum dalam menghadapi berbagi masalah dan bermimpi saat terjaga ketika menjalani kehidupan.
Selanjutnya karya Antonius Kho berjudul “Jari Jemari” yang mengisahkan figur-figur yang bergerak lincah dalam sebuah tarian mengikuti irama musik yang dinamis. Figur-figur yang menari itu sesungguhnya menebarkan pesan-pesan perdamaian dalam rangkuman keindahan seni. (RIS/PDN)