Tak Dibayar, Pekerja Seks ini Malah Dipolisikan
DENPASAR, PODlUMNEWS.com - Sudah jadi resiko bagi RS (28) yang mengambil kerjaan sebagai pelayan seks khusus wisatawan asing di wilayah Kuta.
Dari resiko tindak kekerasan seksual, penganiayaan hingga tidak di bayar usai melayani tamu, sudah kerap dialaminya. Namun kali ini, selain tidak dibayar oleh tamunya, wanita asal Jawa Timur inipun juga di tampar.
Atas perbuatan yang dialaminya, ia pun terpaksa mencuri sebuah telepon genggam merek iphone XI Pro max milik, Reece Max Dunbier (20) pemuda asal Australia yang membokingnya.
Akibatnya, bukannya wanita ini yang melaporkan kesialan dirinya tidak dibayar. Tetapi Ia pun harus meringkuk di sel tahanan Polsek Kuta akibat melakukan tindak pencurian.
Pengakuannya mengambil HP milik tamunya, beralasan karena tidak dibayar usai melayani seks. Sempat diminta uang, justru wanita ini ditampar.
Dijelaskan Kanit Reskrim Kuta, Iptu I Putu Ika Prabawa bahwa tersangka sempat bertemu dengan korban pada 2 Januari 2020, pukul 22.00 Wita. Dimana saat itu korban bersama 3 orang temannya keluar ke bounty bar, dan saat berada di bar ketemu dgn 4 orang perempuan.
Selanjutnya, korban bersama temannya mengajak keempat perempuan tadi menginap di hotel bounty, dimana 2 orang teman korban bersama 2 org perempuan berada di di kamar lain.
Sedangkan korban bersama temannya bersama 2 perempuan berada di dalam satu kamar. "Saat itu, tersangka meminta uang. Tetapi tidak diberikan dan disuruhnya pergi. Korban baru tersadar HP miliknya hilang setelah tersangka pergi 15 menit kemudian," ujarnya seijin Kapolsek Kuta, Senin (6/1).
Tersangka yang dilaporkan, berhasil diamankan di tempat tinggal di Jalan Mataram Gang Jepun, Kuta, Badung. "Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 25 juta," pungkasnya. (JRK/PDN)