Jelang Pilkada, Polres Denpasar Gelar FGD Bersama Mahasiswa dan KPU
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Guna menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak aman dan damai, Polresta Denpasar bersinergi dengan komponen mahasiswa Cipayung Plus dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Denpasar.
Kegiatan Focus Group Discussion ini berlangsung di sebuah rumah makan di Jalan Tukad Badung Panjer Denpasar Selatan, Kamis (30/1). Acara dipimpin Kasat Intelkam Polresta Denpasar Kompol Anak Agung Made Oka Kusuma, S.H., M.H. yang diikuti 30 peserta. Kegiatan ini dihadiri Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya,SE.
Sementara, komponen mahasiswa Cipayung Plus merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Dalam sambutan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan yang dibacakan Kasat Intelkam Polresta Denpasar Kompol Anak Agung Made Oka Kusuma, S.H., M.H, menerangkan pelaksanaan FGD ini untuk menciptakan situasi Polresta Denpasar yang aman dan kondusif.
Dijelaskannya, dari tahapan pilkada 2020 mulai dari awal sampai pelantikan, pihaknya berharap ke para mahasiswa untuk bersama-sama menjaga situasi agar aman dan kondusif.
"Pilpres tahun 2019 lalu berjalan aman tanpa ada kejadian. Kepada adik adik mahasiswa tolong berikan informasi terkait masalah atau kejadian sekecil apapun. Mari kita jaga situasi Pilkada berjalan aman dan kondusif," ujarnya.
Selanjutnya, Ketua KPU Kota I Wayan Arsa Jaya memberikan pemaparan dan materi terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Menurutnya, perhelatan yang sebentar lagi berlangsung yakni Pilwali 2020. Pilwali yang jatuh pada tanggal 23 September 2020 ini akan diikuti 6 Kabupaten/Kota di Bali. "Tampaknya di 2020 akan lahir pemimpin yang baru, karena apa? karena Incumbent tidak bisa dipilih lagi," ungkapnya.
Diterangkannya, dalam Pilkada 2020 nanti, pihak KPU sudah bersiap diri melaksanakan tahapan, yang pertama dari sisi anggaran. Dimana sudah dikucurkan 25 Miliar pada 2019 dan akan ditambah lagi 3,9 Miliar sesuai Skep Kemenkeu.
"Ini sudah melalui proses NpHD, ongkos Pilkada itu mahal, dibalik itu demokrasi harus kita bangun, itu sudah menjadi amanat reformasi," tegasnya.
Disisi lain, Wayan Arsa Jaya mengungkapkan pihak KPU akan merancang adanya 5 paslon, 2 dari calon perseorangan dan 3 dari Parpol. Ini sesuai formasi perolehan kursi sesuai Pilkada 2019. Namun pihaknya juga berharap bila paslon bisa lebih dari 1 paslon.
Setelah memberikan pemaparan, kegiatan FGD ini berlangsung sesi tanya jawab dari para mahasiswa dan dilanjutkan foto bersama. (SIL/PDN)