Podiumnews.com / Aktual / News

Minta Jangan Tolak PMI, Kasatgas: Mereka Mau Tinggal di Mana?

Oleh Podiumnews • 05 April 2020 • 19:54:37 WITA

Minta Jangan Tolak PMI, Kasatgas: Mereka Mau Tinggal di Mana?
Dewa Made Indra

TABANAN, PODIUMNEWS.com - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta masyarakat tidak mengucilkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru tiba dari luar negeri.

Hal itu disampaikan Dewa Indra saat bertemu Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan dan Tim Satgas Desa dan Desa Adat di Tabanan, Minggu (5/4).

Pertemuan ini dimaksudkan menyikapi munculnya kasus penolakan terhadap PMI yang tiba dari luar negeri oleh warga sekitar, akibat kekhawatiran penyebaran pandemi Covid-19.

"Mereka anak-anak kita. Pejuang devisa, dan pejuang bagi keluarganya. Mereka terpaksa kembali karena wabah dan bencana. Jika kita tolak mereka, terus mau dibawa kemana lagi mereka?" tegasnya.

Bagaimana pun lanjut dia, mereka adalah warga Bali yang mesti dilindungi hak dan keselamatannya. Selain itu, ketika tiba dari luar negeri, mereka telah melalui tahapan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Yakni dilengkapi surat keterangan sehat, cek suhu tubuh, rapid test di Bandara Internasional Ngurah Rai dan dinyatakan negatif Covid-19. Sedangkan bagi kedatangan lebih awal diminta isolasi mandiri secara ketat, bahkan jika perlu melakukan rapid test.

Untuk menghindari hal serupa terulang kembali, ia meminta Satgas Gotong Royong Covid-19 Berbasis Desa Adat dan Satgas Penanggulangan Covid-19 tingkat desa (Desa Dinas) bersinergi mendirikan posko.

Nantinya secara bersama melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat khususnya PMI yang kemudian disebut sebagai Pelaku Perjalanan (PP) yang baru tiba di Bali.

Turut mendampingi Kepala Dinas PMD I Putu Anom Agustina, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat AA Kartika dan Kepala Pelaksana BPBD I Made Rentin.

Usai pertemuan, rombongan mengunjungi enam lokasi. Yakni, Desa Adat Kota Tabanan, Desa Delod Peken, Desa Dajan peken, Desa Denbantas, Desa Adat Bentingguh di Kabupaten Tabanan dan Terminal Mengwi, Kabupaten Badung.

Berdasarkan data, sebanyak 712 PMI asal Tabanan yang pulang ke Bali telah di engkapi surat keterangan sehat, cek suhu tubuh, rapid test di Bandara Ngurah Rai dan dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara bagi mereka kedatangan lebih lawal dan belum menjalani rapid test, diminta melakukan isolasi mandiri secara ketat, bahkan jika perlu melakukan rapid test.

Selain PMI yang didominasi ABK kapal pesiar dan tiba melalui Bandara Ngurah Rai, Tabanan juga kedatangan sejumlah santri domisili Tabanan yang mondok di sejumlah pesantren di Jawa Timur. Mereka dipulangkan karena proses belajar mengajar di sana sedang diliburkan.

Data terakhir menyebutkan, santri yang tiba melalui terminal Pesiapan, Tabanan, sebanyak 74 orang pada Sabtu kemarin. Untuk hari ini tiba sebanyak 28 orang. Sedangkan Sabtu minggu lalu, tiba sebanyak 25 orang.

Untuk ke depannya, Dewa Indra meminta Ketua Dewan Masjid se-Tabanan untuk turut mengawasi para santri domisili Tabanan yang tiba dari luar Bali tersebut. (ISU/PDN)