Satgas Covid-19 Ingatkan Dewan Masjid Ikut Mengawasi Para Santri
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta Dewan Masjid Kabupaten Tabanan untuk turut mengawasi para santri mereka yang baru datang dari luar Bali.
Hal ini menyusul diketahuinya rombongan santri yang berdomisili di Tabanan, tiba secara bersamaan dari tempatnya nyantri di Tanah Jawa.
"Santri yang sudah datang melalui terminal Pesiapan ada 25 orang, tiba hari Sabtu (minggu yang, red) lalu. Sebanyak 74 orang pada Sabtu kemarin, dan 28 orang untuk hari ini," kata Dewa Made Indra, Minggu (5/4) di Tabanan.
Untuk ke depannya, Dewa Indra meminta Dewan Masjid Tabanan untuk turut mengawasi para santri mereka yang baru datang dari luar Bali. Hal ini juga berlaku bagi Dewa Masjid yang ada di kabupaten lainnya di Bali.
Selain itu, masyarakat secara luas tidak mengucilkan pekerja migran Indonesia yang baru tiba dar luar Bali. Karenanya diharapkan Kasatgas Desa bersama penglisir melakukan sosialisasi kepada warganya agar tidak menolak, menjauhi apalagi mengucilkan pekerja migran yang baru dan akan datang.
Pada kesempatan ini, dirinya bersama rombongan berkesempatan untuk mengunjungi enam lokasi, yakni Desa Adat Kota Tabanan, Desa Delod Peken, Desa Dajan peken, Desa Denbantas, Desa Adat Bentingguh Kabupaten Tabanan dan Terminal Mengwi, Kabupaten Badung.
Dari data yang didapat sebanyak 712 pekerja migran asal Tabanan yang datang dan sudah dilengkapi surat keterangan sehat, cek suhu tubuh, rapid test di Bandara Ngurah Rai dan dinyatakan negatif Covid-19.
Sementara jika ada pekerja migran yang datang lebih awal dan belum menjalani rapid test, Dewa Indra meminta agar mereka tetap melakukan isolasi mandiri secara ketat, bahkan jika perlu melakukan rapid test.
Untuk mendukung pengobatan khususnya karantina bagi pasien dalam pengawasan, Pemerintah Kabupaten Tabanan sudah menyiapkan 7 kamar isolasi di RSUD Tabanan, dan sedang disiapkan 100 kamar isolasi di RS Nyitdah, Kediri Kabupaten Tabanan. (JRK/PDN)