Podiumnews.com / Aktual / News

Warga Soroti Pipa Proyek Menumpuk di Atas Trotoar

Oleh Podiumnews • 07 April 2020 • 22:31:38 WITA

Warga Soroti Pipa Proyek Menumpuk di Atas Trotoar
Tumpukan pipa dibiarkan di atas trotoar yang berada di bilangan Kapal, Badung, menghalangi pejalan kaki.

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Proyek pemasangan kabel Pembangkit Listrik Negara (PLN) berada di bilangan Jalan Kapal, Badung disorot warga lantaran diduga mengganggu pengguna jalan. Pasalnya, berapa tumpukan pipa dibiarkan di atas trotoar menghalangi pejalan kaki.

Selain penutupan full badan trotoar, sepanjang jalur proyek ini juga tidak ada pengatur lalu-lintas. Proyek disebut-sebut telah menyerobot hak pejalan ini disinyalir membuat tidak nyaman pengguna.

Menurut warga yang tidak ingin disebut namanya, tumpukan kabel dan pipa sudah beberapa hari dibiarkan pihak rekanan kontraktor. Warga mengaku, ketika lewat jalur trotoar harus turun ke jalan raya untuk berjalan kaki. Arus kendaraan jalan raya ini juga dikatakan tergolong ramai dan sering macet pada jam tertentu.

"Sudah beberapa hari kabel, pipa dan alat beratnya ada di atas trotoar. Jalan di sini juga ramai, apalagi ada proyek sekarang bisa tidak lancar," ungkap sumber, Selasa (7/4 )

Rony selaku pelaksana lapangan PT. SKJA yang merupakan salah satu rekanan PLN mengatakan bahwa ijin pemanfaatan trotoar dikatakan sudah ada ijin dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Untuk badan trotoar sudah ada kordinasi antar instansi. Kita dijinkan memakai sampai proyek selesai. Yang jelas kita sudah kordinasi mas, semua sudah dilakukan," terang Rony.

Sementara itu, menurut salah satu mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIII Bali, Nyoman Yasmara megatakan, memang tidak dibenarkan menutup penuh badan trotoar karena itu merupakan hak bagi pejalan kaki.

"Kalau ada galian, pemanfaatan bagian jalan harus ijin ke Balai (BPJN). Kalau menutup trotoar secara penuh tetap tidak diperbolehkan karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki," tegasnya.

Quality Control PLN Bali, Adit dikonfirmasi hal tersebut mengatakan akan menanyakannya kepada pelaksana lapangan. "Baik Pak. Coba saya tanyakan pelaksana," tulisnya dalam pesan singkat whatsapp.

Perlu diketahui, proyek pemasangan saluran kabel tegangan menengah (SKTM) ini dikerjakan 3 rekanan kontraktor. Selain PT SKJA proyek ini juga dikerjakan PT. IMM dan PT. BMA. (ISU/PDN)