Podiumnews.com / Aktual / News

Donatur Terdampak Ekonomi, Dinsos Diminta Bantu Panti Asuhan dan Difabel

Oleh Podiumnews • 11 April 2020 • 23:29:10 WITA

Donatur Terdampak Ekonomi, Dinsos Diminta Bantu Panti Asuhan dan Difabel
Sekda Dewa Indra menyerahkan bantuan sembako kepada Panti Asuhan Destawan, Buleleng.

BULELENG, PODIUMNEWS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Pelaksana Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bali menyerahkan bantuan sembako kepada Panti Asuhan Destawan, Desa Sawan, Singaraja.

Bantuan yang diserahkan berupa 800 kg beras, 60 kg gula, 60 liter minyak dan 20 kotak susu kepada Panti Asuhan yang menampung anak-anak yatim piatu hingga kurang mampu tersebut.

Ikut mendampingi Sekda Dewa Indra untuk menyerahkan bantuan itu, Kadis Sosial (Kadinsos) Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Kadis Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bali dr I Ketut Suarjaya serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Sekda Dewa Indra mengatakan bahwa kegiatan penyerahan bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pemprov Bali terhadap kondisi sulit yang tengah dihadapi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah dampak ekonomi. Banyak yang kehilangan sumber pendapatan. Terlebih bagi panti asuhan, karena donasi dari donatur yang terdampak secara ekonomi, tentu ikut berkurang pula," jelasnya.

Dikatakannya, Pemprov Bali selain fokus pada penanganan Covid-19, juga sangat memperhatikan kelompok masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Untuk itu, ia meminta Dinsos Provinsi berkoordinasi dengan Dinsos kabupaten/kota untuk memberikan bantuan kepad panti asuhan, panti difabel dan lembaga sosial lainnya.

Sementara untuk masyarakat Bali yang terdampak secara luas, Pemprov Bali telah menyiapkan skema. Yakni Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah didata secara lengkap.

"Lalu ada Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), ada juga bantuan untuk para pekerja yang kehilangan pekerjaan. Semua sudah ada skema termasuk juga skema dari pemerintah pusat," terangnya.

Selanjutnya, Ketua Yayasan Panti Asuhan Destawan Ketut Sutrisna berharap agar pemerintah selalu memberikan khusus terhadap panti asuhan, panti disabilitas dann lembaga sosial lainnya.

Yayasan yang diketuainya sendiri memiliki 35 anak asuh yang berasal dari enam kecamatan di Buleleng. Hingga saat ini 5 orang anak asuh telah berhasil meraih gelar sarjana. (ISU/PDN)