Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, PKK Bali Siapkan 125 Ton Beras
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Peran PKK dalam rumah tangga sangat penting baik dalam pemenuhan kebutuhan keluarga maupun mengayomi anggota keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertajuk ‘Perempuan Bali Bicara’ di Bali TV Denpasar, Jumat (24/4).
Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wisnu Ardana, dialog interaktif berlangsung terkait peran PKK melalui Program Hatinya PKK dalam menyikapi wabah Covid-19 saat ini.
“PKK sendiri memiliki 10 program pokok guna mendukung pembangunan pemerintah, salah satunya adalah Hatinya PKK yaitu Halaman Asri, Teratur, Indah dan NYAman serta Bermanfaat,” ujar Ny Putri Koster.
Menurutnya, sejak dilantik menjadi Ketua PKK Provinsi Bali pada tahun 2019, dirinya memaksimalkan program Hatinya PKK di seluruh kabupaten/kota di Bali sampai pada ke pelosok-pelosok desa. Di mana Hatinya PKK ini memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama dalam bidang pangan.
Saat terjun ke desa, Ny Putri Koster selalu mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumahnya, baik yang memiliki pekarangan sempit maupun luas untuk menanam bumbu dapur, sayur-sayuran, dan bunga untuk kebutuhan canang.
Menurutnya, jika itu dapat berlangsung, maka di saat musim pandemi Corona sekarang ini, tidak akan sulit mendapatkan bahan-bahan pokok untuk di dapur, menghemat pengeluaran, serta terjamin kesegaran dan kualitasnya.
“Betapa indahnya jika semua masyarakat bisa bergotong royong seperti itu,” ujarnya, menandaskan.
Untuk itu, Ny Putri Koster mengajak semua masyarakat dapat memanfaatkan waktu WFH ini untuk menata pekarangan rumah dengan menanami sayur atau tanaman obat keluarga atau bumbu-bumbu dapur lainnya.
Selanjutnya, dalam waktu dekat PKK Provinsi Bali telah menyiapkan 125 ton beras lokal yang akan dibagikan kepada masyarakat, terutama yang sangat-sangat membutuhkan. Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PKK labupaten/kota agar mengkoordinir PKK yang ada di desa atau para kepala desa untuk menyerahkan data kepada provinsi siapa saja yang membutuhkan bantuan beras.
“Jadi di sini saya tidak ingin terjadi pilih kasih, saya serahkan kepada desa untuk mendata warganya yang memang membutuhkan karena desalah yang paling mengetahui kondisi warganya, sehingga data yang kami dapatkan benar-benar riil kondisi di lapangan,” katanya. (ISU/PDN)