Podiumnews.com / Aktual / News

Waspadai Cabin Fever Masa Pandemi Covid-19, Ini Tips Mengatasinya

Oleh Podiumnews • 03 Mei 2020 • 14:21:43 WITA

Waspadai Cabin Fever Masa Pandemi Covid-19, Ini Tips Mengatasinya
Aris Yudhariansyah

MEDAN, PODIUMNEWS.com - Terlalu lama terisolasi dalam rumah atau tempat tertentu selama masa pandemi Covid-19, maka perlu diwaspadai akan munculnya permasalahan Cabin Fever.

Apakah itu Cabin Fever? Menurut Jubir GTPP Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah, Cabin Ferever adalah kondisi emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah ataupun tempat tertentu selama masa pandemi Covid-19.

"Tanpa penanganan yang tepat gejala Cabin Fever akan sulit dikontrol," kata Aris Yudhariansyah dalam keterangan pers di Media Center GTPP, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Sabtu (2/5)

Lalu bagaimana gejalanya? Aris mengatakan ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai. Penderita Cabin Fever menurut dia, mengalami gejala kegelisahan, turunnya motivasi, mudah tersinggung, mudah putus asa, sulit berkonsentrasi dan tidur tidak teratur.

Disamping itu ada pula yang mengalami gejala sulit bangun dari tidur, lemah, lesu, sulit percaya dengan orang lain, tidak sabaran, merasa sedih dan depresi.

Namun kata Aris, ada sejumlah tips untuk mengatasinya. Pertama, lanjut dia, adalah membawa dunia luar ke dalam rumah. Seperti membuka jendela untuk menghirup udara segar, memberi makan hewan di luar rumah, termasuk burung dan kucing serta menanam bunga yang bisa membawa wangi dunia luar ke dalam rumah.

"Jangan remehkan berbagai kegiatan di atas, sebab bisa mengobati perasaan rindu dunia luar akibat Covid-19," katanya.

Kedua, buatlah rutinitas yang bisa menjaga jadwal sehari-hari. Misalnya tetaplah bangun pagi, mandi pagi hari supaya tubuh dan pikiran tetap terjaga. Kemudian bekerja di depan laptop layaknya sedang berada di kantor.

"Tapi ingatlah jam istirahat, jangan malah bekerja dari rumah membuat lupa dengan jam istirahat," ujarnya.

Ketiga, menjaga komunikasi karena kekuatan komunikasi di tengah masa darurat Covid-19 ini bisa membuat orang merasa tidak sendirian. Berbicara dengan teman juga dianggap sebagai cara ampuh untuk mencari solusi dari segala masalah yang dihadapi dengan adanya internet dan teknologi.

"Kita tetap bisa bertatap muka dan mengobrol dengan sahabat ataupun keluarga di luar kota. Menjaga otak tetap sibuk bisa melawan rasa bosan dan kegelisahan, akibat yang mungkin dirasakan selama berdiam diri di rumah," tutupnya. (COK/PDN)