Podiumnews.com / Aktual / News

HATINYA PKK Dapat Bantu Penuhi Kebutuhan Pokok Saat Masa Sulit

Oleh Podiumnews • 02 Juni 2020 • 22:24:40 WITA

HATINYA PKK Dapat Bantu Penuhi Kebutuhan Pokok Saat Masa Sulit
Ny. Putri Koster

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster kembali mengajak masyarakat khususnya saat masa pandemi ini supaya memanfaat pekarangan rumah mereka masing-masing untuk ditanami tanaman kebutuhan pokok sehari-hari.

Demikian terungkap saat Ny. Putri Koster tampil sebagai narasumber dalam dialog Radio Pinguin 103.6 FM bertajuk "Peran PKK dalam Menekan dan Mencegah Penyebaran Virus Covid-19 Melalui Tanaman HATINYA PKK" pada Selasa (2/6) Denpasar.

Ny Putri Koster mengatakan bahwa pihaknya telah sejak tahun 2019 lalu gencar melakukan sosialisasi soal pemanfaat pekarangan rumah dengan tanaman kebutuhan pokok sehari-hari. Bahkan pihaknya bersama TP PKK Provinsi Bali telah turun langsung di 57 kecamatan se-Bali.

“Sekarang banyak saudara-saudara kita yang dirumahkan, bahkan ada yang kehilangan mata pencaharian. Jika dari tahun lalu masyarakat sudah memanfaatkan halaman pekarangan, sekarang harusnya sudah tidak kesulitan memenuhi pangan untuk keluarga,” ujarnya.

Namun belajar dari pengalaman itu, justru ketika saat ini sebagian dari masyarakat memiliki waktu luang lebih disebabkan harus diam di rumah saja, dapat memulai untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka masing-masing ditanami tanaman kebutuhan pokok.

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, dengan menanam tumbuhan sayur dan bumbu dapur misalnya, kita sudah membantu menghemat keuangan keluarga,” jelasnya.

Sehingga lanjut dia, ketika kondisi sulit seperti saat ini, masyarakat tinggal memikirkan kebutuhan makanan pokok mereka saja. Soal makanan pokok berupa beras, ia menilai sudah saatnya masyarakat Bali tidak terlalu bergantung pada beras sebagai pemenuhan kebutuhan karbohidrat.

Saat ini di Bali kata dia, sedang panen jagung besar-besaran, itu bisa sebagai pengganti nasi. Bahkan, menurutnya, di Desa Sembiran tempat asal Gubernur Bali, masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi singkong sebagai makanan utama.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa pada prinsip program HATINYA PKK selain menjadikan pekarangan bermanfaat juga tampak indah dan asri. Untuk kembali ia mengajak khususnya kaum ibu di Bali untuk kreatif memanfaatkan pekarangan rumah sendiri.

“Jika kita berhasil mengubah halaman kita, kita ajak tetangga kiri kanan untuk melakukan hal yang sama. Saya yakin tidak lama lagi pekarangan rumah masyarakat Bali menjadi hijau dan bermanfaat,” ucapnya.

Menurutnya kreativitas juga diperlukan dalam mengolah hasil kebun, seperti cabai. Jika berlimpah dan tidak bisa dijual jangan dibuang dulu, namun bisa dimanfaatkan sebagai cabai kering atau botolan yang bisa dikonsumsi nanti.

Di saat pandemi seperti sekarang, Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya berbagi. “Jika ada ibu-ibu yang punya cabai secara berlimpah, boleh tengok lima tetangga kiri dan kanan, apakah mereka juga sudah punya, jika belum kita bisa berbagi ke mereka,” tambahnya. Tidak hanya cabai, namun juga bisa untuk sayur, bumbu bahkan beras.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyatakan dukungan dari PKK Provinsi Bali dari tahun lalu sudah terlihat hasilnya sekarang.

Pada tahun 2019 TP PKK Provinsi Bali memberikan bantuan dana sebesar Rp 27 juta untuk setiap desa, dan untuk Kabupaten Bangli telah didistribusikan untui empat kecamatan. Dari masing-masing kecamatan itu dipilih satu desa untuk menjadi percontohan.

Di antaranya Desa Kayubihi, Desa Pengelumbaran, Desa Peninjoan, dan Desa Pengejaran. Dari 4 desa tersebut rata-rata telah menggetoktularkan kepada desa-desa lain yang menjadi tetangganya.

Pada tahun 2020 ini, ia menyatakan bahwa PKK Kabupaten Bangli telah menganggarkan dana untuk HATINYA PKK agar program ini dapat berkelanjutan.

Untuk itu, ke depannya ia berharap sinergi PKK Provinsi Bali dengan kabupaten/kota akan terus berlanjut dan semakin meningkat sehingga program-program yang ada di provinsi dapat terakselerasi dengan kabupaten secara maksimal. (ISU/PDN)