Dapur Rumah di Tukad Yeh Aya Ludes Terbakar
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api di dalam dapur di sebuah rumah di Jalan Tukad Yeh Aya VI, tepatnya di depan Balai Banjar Kertasari, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Minggu (22/3/2026) malam. Kebakaran itu diduga kuat karena pemilik rumah, yakni Ketut Udi Prayudi (54) lupa memadakam api kompor gas.
Dari insiden itu, sejumlah barang di dapur hangus terbakar, meliputi kompor gas, kitchen set, peralatan memasak, serta plafon terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp3 juta.
Menurut Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.45 Wita. Bermula korban sedang menyalakan kompor gas untuk membakar dupa sebelum sembahyang. Selesai membakar dupa lupa mematikan kompor gas. Ia langsung melakukan persembahyangan keliling rumah hingga selesai sekitar pukul 20.20 Wita.
"Setelah bersembahyang, korban masuk ke dalam rumah dan mendapati kondisi dapur sudah dipenuhi asap tebal disertai kobaran api yang cukup besar," ungkap Kapolsek, Senin (23/3/2026).
Sadar dapurnya terbakar, korban panik. Ia bergegas keluar rumah mengambil selang sambil berteriak meminta pertolongan warga. Korban lalu kembali ke dalam rumah untuk berusaha memadamkan api menggunakan selang air.
Tak lama, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Denpasar tiba di lokasi kejadian. Petugas damkar langsung memadamkan api. Tidak lama berselang, kobaran api berhasil dijinakkan sekitar pukul 20.40 Wita.
Sementara anggota Polsek Denpasar Selatan memintai keterangan saksi dan olah TKP. Dari keterangan korban, kebakaran diduga bermula dari kompor gas yang lupa dimatikan. Kebetulan di atas kompor terdapat wajan berisi minyak goreng yang terlalu panas, hingga memicu api, lalu merembet membakar kompor, kitchen set, hingga plafon dapur.
"Diduga kuat kebakaran akibat kelalaian korban mematikan api kompor gas sehingga menyebabkan kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak korban juga menganggap sebagai musibah," tandasnya.
(hes/kturnip)