Podiumnews.com / Aktual / News

Ny Putri Koster Motivasi Perajin Bali Tak Mati Suri di Tengah Pandemi

Oleh Podiumnews • 04 Juni 2020 • 23:24:36 WITA

Ny Putri Koster Motivasi Perajin Bali Tak Mati Suri di Tengah Pandemi
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dialog "Memberdayakan Perajin di Masa Pandemi Covid-19", di Denpasar, Kamis (4/6). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Berbagi upaya terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi untuk memotivasi perajin agar tidak mati suri di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dialog dengan tema "Memberdayakan Perajin di Masa Pandemi Covid-19", di Denpasar, Kamis (4/6).

“Mulai dari pendampingan, pembinaan dalam menciptakan motivasi baru sekaligus ikut berlomba mengambil alih peluang yang ada, terutama penyediaan masker saat pandemi yang memang sedang dibutuhkan semua orang,” ungkap Ny Koster.

Dengan memastikan pengantaran produk, hasil produk kesenian dan hasil perajin seniman akan di pamerkan melalui fashion show untuk memperkenalkan produk kesenian dan inovasi terbarunya.

“Tugas Dekranasda kepada pelaku UMKM saat pandemi ini terus mengawal perajin Bali mulai dari sebelum industri dikerjakan, setelah produk jadi hingga pada pemasaran yang disalurkan kemana saja,” paparnya.

Ketua Dekranasda Bali memiliki keinginan untuk kembali mengamankan dan melestarikan produk lokal, khususnya dengan mengutamakan bahan dengan kualitas tinggi agar bisa bersaing secara global. Keringanan ini menjadi hal utama yang akan dilakukan oleh Ny. Putri Suastini Koster.

"Jika berbicara kualitas maka perajin ditekankan untuk mengingat penggunaan bahan dan sasaran pemasaran ke depan, sehingga kualitas mampu menentukan harga jual," ungkap Ny. Putri Koster.

Ketua Dekranasda ingin menampilkan agar masyarakat Bali mengutamakan penggunaan produk lokal, dengan cara melakukan pemenuhan kebutuhan konsumen lokal asal produksi daerah.

"Contohnya penggunaan kain songket oleh warga di wilayah tertentu, dengan bahan benang hasil pemintalan lokal mengutamakan kualitas dan warna yang cerah sehingga warga dan daerah tersebut memiliki identitas tersendiri dan lain dari daerah yang lainnya", ujar Ny. Putri Koster.

"Kita bangkitkan optimisme sehingga mampu berkarya dan berdiri sendiri karena melalui kemauan yang keras baik saat pandemi ataupun pasca pandemi akan dapat mewujudkan skema yang Pemerintah sedang rancang, namun masyarakat diharapkan tetap aman dan produktif," tutupnya. (ISU/PDN)