Search

Home / Ekonomi dan Bisnis

Jelang Normal Baru, Grafik Konsumsi Energi di Bali Meningkat

Ricky Satriawan   |    30 Juni 2020    |   21:36:31 WITA

Jelang Normal Baru, Grafik Konsumsi Energi di Bali Meningkat
Potret sebuah SPBU. (Foto: Istimewa)

 

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus, Rustam Aji mengatakan menjelang normal baru, grafik konsumsi energi di Bali terlihat mengalami peningkatan.

"Jadi Pertamina mencatat ada peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali di bulan Juni, dibanding konsumsi di bulan Mei tahun ini. Untuk BBM jenis Gasoline seperti Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo, konsumsi Juni ini meningkat 14 persen dibanding bulan sebelumnya," kata Rustam dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Selasa (30/6).

Rustam mengatakan bahwa sampai dengan Senin, (29/6) rata-rata konsumsi harian Gasoline sebesar 1.675 kilo liter per hari. Jika dibandingkan pada bulan Mei kemarin rata-rata konsumsi harian sebesar 1.465 KL per hari.

Jumlah konsumsi BBM Berkualitas Pertamina yang ramah lingkungan, atau dikenal Perta-Series (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) juga meningkat.

Peningkatan terlihat dari bulan Mei, yaitu penyaluran Perta-Series 1.025 KL per hari, sedangkan di bulan Juni konsumsi Perta-Series menjadi sebesar 1.205 KL per hari, atau meningkat sebesar 18 persen.

Rustam menjelaskan berdasarkan data penyaluran tersebut, proporsi konsumsi Perta-Series terhadap total konsumsi Gasoline di Bali, meningkat dari 70 persen menjadi 72 persen terhitung dari Mei ke Juni.

"Penggunaan produk BBM yang lebih ramah lingkungan di Bali dan berkualitas, sebagai bentuk kepedulian jangka panjang untuk pelestarian lingkungan, selain ity mendukung Pertamina melalui program Bali Energi Bersih,"katanya.

Sedangkan untuk jenis BBM Gasoil (Biosolar dan Dex Series), dari Bulan Mei ke Bulan Juni 2020 tercatat ada peningkatan konsumsi sebesar 17 persen. Adapun jumlah rata-rata konsumsi harian yang bertambah yaitu dari sebelumnya 345 KL per hari menjadi 405 KL per hari.

Ia mengimbau agar pelanggan Pertamina membiasakan bertransaksi secara online melalui aplikasi MyPertamina, untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19 melalui uang tunai. (ANT/RIS/PDN)